Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Berada di Bawah Ufuk, Hilal Tidak Terlihat di Mojokerto

Farisma Romawan • Rabu, 18 Februari 2026 | 08:45 WIB

 

GAGAL TAMPAK: Perukyah mengamati hilal menggunakan teleskop di Pondok Pesantren Al Amin Putri, Jalan Surodinawan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin (17/2).
GAGAL TAMPAK: Perukyah mengamati hilal menggunakan teleskop di Pondok Pesantren Al Amin Putri, Jalan Surodinawan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin (17/2).

1 Ramadan 1447 Hijriah Diprediksi Jatuh pada Kamis Besok 

MOJOKERTO RAYA – Hilal atau bulan muda sebagai tanda dimulainya 1 Ramadan 1447 Hijriah gagal terlihat di Mojokerto. Dari dua lokasi rukyatul hilal di Kota dan Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Pondok Pesantren Al Amin Putri, Jalan Surodinawan, Kelurahan Surodinawan, dan Masjid Agung Darusalam (Madasa), Desa Gemekan, Sooko, kemarin (17/2), puluhan perukyah menyatakan hilal tidak tampak. 

Meski tim observasi telah menyediakan empat teleskop untuk membantu pengamatan, tak satupun dari 10 perukyah mampu melihat bulan muda tersebut. ’’Hilal tidak terlihat oleh sepuluh perukyah berdasarkan observasi rukyatul hilal di Madasa,’’ terang Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin. 

Selain karena tertutup mendung, posisi hilal juga dinyatakan berada di bawah ufuk. Di mana, berdasarkan penghitungan tim Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kota Mojokerto, ketinggian bulan berada di minus 1,03 derajat dan elongasi atau sudut pisah antara matahari dan bulan dari bumi ada di 1,12 derajat. 

Posisi tersebut kurang dari syarat penetapan awal bulan Ramadan yang ketinggiannya minimal harus 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. ’’Posisinya belum imkannur rukyat. Ilustrasinya, bulan akan tenggelam lebih dulu lalu diikuti matahari. Sehingga ketika matahari tenggelam, otomatis bulan tidak bisa terlihat,’’ tambah Ketua LFNU Kota Mojokerto Komarudin. 

Dengan demikian, maka awal bulan puasa tahun ini diprediksi akan jatuh pada Kamis (19/2) besok. Meski tidak terlihat, hasil dari rukyatul hilal tetap disidangkan oleh Pengadilan Agama (PA) Mojokerto. Dipimpin hakim tunggal Nuril Huda, ketetapan hasil sidang tetap akan dilaporkan ke Kanwil Kemenag Jatim untuk dijadikan rujukan pada sidang isbat Kemenag pusat yang digelar tadi malam. 

’’Hasil sidang ini akan kami bawa ke Kanwil Kemenag Jatim untuk dilaporkan ke Kemenag pusat sebagai pertimbangan dalam sidang isbat,’’ tambah Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibuddin. (far/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#puasa ramadan #1 ramadan #hilal ramadan #ramadan #awal puasa