KABUPATEN - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto menggencarkan vaksinasi penyakit penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyuntikan dosis kini menyasar seluruh ternak yang diperjualbelikan di pasar hewan.
Kemarin (11/2), vaksinasi digulirkan di Pasar Hewan Ngrame, Kecamatan Pungging. Pemberian vaksin PMK dilakukan oleh petugas paramedik dan veteriner secara serentak ke seluruh ternak. ”Vaksinasi di pasar hewan disertai dengan pemberian vitamin,” ungkap Koordinator Pasar Hewan Ngrame, Sodikin. Dari tiga petugas yang diterjunkan, vaksinasi menyasar 68 ekor kambing dan domba.
Sodikin mengatakan, pemberian vaksin dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK di sentra perdagangan hewan. Terlebih, sebagian besar ternak di Pasar Hewan Ngrame berasal dari luar daerah. ”Yang banyak dari Sidoarjo, dari Mojokerto sendiri ada, tapi jumlahnya kecil,” ungkap staf Disperta Kabupaten Mojokerto, ini.
Menurutnya, pemberian vaksin akan terus dilaksanakan bertahap menyesuaikan jadwal operasional di masing-masing pasar. Antara lain di Pasar Hewan Pandanarum, Kecamatan Pacet; Pasar Hewan Sawahan, Kecamatan Bangsal; Pasar Hewan Mejero, Kecamatan Kutorejo; dan Pasar Hewan Pohjejer, Kecamatan Gondang. ”Semua dilakukan vaksinasi serentak,” imbuhnya.
Di samping itu, penyuntikan vaksin dilakukan di tingkat peternak. Mengingat, Disperta Kabupaten Mojokerto mencatat, sebaran kasus PMK telah ditemukan di 15 desa di 9 kecamatan. Sebaran kasus PMK terbanyak berada di wilayah Kecamatan Kemlagi. Di antaranya Desa Japanan, Desa Mojodowo, Desa Mojojajar, dan Desa Mojowono. Berikutnya disusul Kecamatan Dawarblandong yang tersebar di Desa Jatirowo, Desa Pucuk, dan Desa Suru.
Selain itu, kasus PMK juga merebak di Desa Salen dan Desa/Kecamatan Bangsal. Termasuk juga ditemukan pada populasi ternak di Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu; Desa Sawo, Kecamatan Jetis; Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar; Desa Tambakagung, Kecamatan Puri; Desa Wiyu, Kecamatan Pacet; serta Desa Duyung, Kecamatan Trawas.
Guna menekan penyebaran, lebih dari 35 tim paramedik telah dikerahkan untuk vakasinasi. Baik di wilayah terpapar maupun yang masih nihil kasus PMK sebagai langkah pencegahan. ”Jadi terus dilakukan, sesuai dengan target dari provinsi untuk Kabupaten Mojokerto, sebanyak 12 ribu dosis,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah