Salah satunya melanda di wilayah Desa Claket, Kecamatan Pacet. Tebing sepanjang kurang lebih 15 meter dan ketinggian 3 meter yang berada di tepi jalan mengalami longsor sekitar pukul 17.15.
’’Longsor di Desa Claket tepatnya di ruas jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas,’’ ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, kemarin (3/2).
Akibatnya, jelas Rinaldi, material longsor sempat menutup akses jalur wisata tersebut. BPBD Kabupaten Mojokerto bersama tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi longsoran dengan ketebalan sekitar 1 meter secara manual.
Setelah dipastikan aman, jalur antarkecamatan ini kembali jalur ini kembali dibuka untuk semua kendaraan pada pukul 21.00. ’’Alhamdulillah akses jalan sudah bisa dilewati oleh pengendara roda dua dan roda empat,’’ tandasnya.
Pada saat hampir bersamaan, tanah longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Trawas. Material berupa tanah dan bebatuan terseret arus hingga ke jalan raya Desa Kedungudi.
Rinaldi menyatakan, dampak longsor telah dievakuasi oleh personel gabungan. Kemarin (3/2), penanganan dilanjutkan dengan proses pembersihan material agar tak membahayakan pengguna jalan.
Mantan Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto ini mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai ancaman bencana. Mengingat, sepanjang Februari ini cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto.
’’Tetap tingkatkan kesiapsiagaan karena sekarang sedang berada di puncak musim hujan dan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi yang lain, seperti banjir dan angin kencang,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah