Teranyar dialami mobil boks Mitsubishi nopol L 8019 NG yang terguling di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 715, Selasa (27/1). Petaka dialami kendaraan muatan air mineral botol itu usai mengalami pecah ban belakang. Hal serupa juga terjadi pada 20 Desember lalu.
Sebuah mobil pikap Isuzu Traga nopol L 8153 QC muatan telur ayam terguling di Tol Jomo KM 709/A. Itu setelah mobil pikap mengalami pecah ban belakang saat melaju menuju Surabaya. Pecah ban membuat kendaraan hilang kendali hingga terguling. Tekanan udara yang tidak sesuai, baik berlebihan maupun kurang memicu ban kendaraan mendadak pecah.
Selain pecah ban, pengguna tol juga diminta mewaspadai aquaplaning. Yakni kondisi antara ban kendaraan dengan aspal terhalang lapisan air. Hal ini membuat ban kehilangan daya cengkeram dengan permukaan jalan sehingga memicu kendaraan hilang kendali atau selip. Kondisi ini rawan terjadi di jalan tol.
’’Mengingat cuaca yang saat ini sering hujan, kami mengimbau agar pengguna tol membatasi kecepatan 70 km/jam untuk menghindari aquaplaning meminimalisir dampaknya,’’ ujar Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo Zanuar Firmanto, kemarin. Pihaknya meminta para pengendara untuk berhati-hati selama berkendara saat cuaca ekstrem terjadi. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah