KABUPATEN - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto memperketat mobilitas hewan ternak seiring munculnya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Pengawasan dan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh hewan didatangkan maupun dikirim dari pasar hewan.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah menyebutkan, pengetatan mobilitas hewan ternak dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran PMK agar tak makin meluas. Karena di awal tahun ini, sedikitnya terdapat tujuh ekor sapi milik peternak di kabupaten yang dilaporkan terjangkit.
Dalam pekan ini, petugas bakal melakukan penyemprotan disinfektan yang menyasar semua pasar hewan. ’’Kegiatan desinfeksi dilakukan setiap pasaran di Pasar Hewan Ngrame, Pohjejer, dan Pandanarum,’’ ujarnya, kemarin (26/1).Sedianya, disinfeksi telah dilakukan secara berkala di pusat perdagangan hewan ternak. Namun, intensitas penyemprotan kini lebih ditingkatkan agar PMK tidak menjadi wabah.
Staf Disperta Kabupaten Mojokerto Sodikin menambahkan, penyemprotan disinfektan tak hanya dilakukan di area pasar. Tapi, juga difokuskan terhadap kendaraan pengangkut ternak yang datang dan keluar dari pasar hewan. ’’Kami tetap melakukan penyemprotan menyeluruh, khususnya kendaraan pengangkut ternak setiap masuk maupun keluar dari pasar hewan,’’ sambungnya.
Dia menyebut, pihaknya kini juga berkoordinasi dengan sejumlah pemerintah desa. Karena dari lima pasar hewan, hanya dua yang dinaungi oleh Pemkab Mojokerto. Masing-masing Pasar Hewan Ngrame, Kecamatan Pungging, dan Pasar Hewan Pohjejer, Kecamatan Gondang.
Sedangkan Pasar Hewan Sawahan, Kecamatan Bangsal; Pasar Hewan Mejero, Kecamatan Kutorejo; dan Pasar Hewan Pandanarum, Kecamatan Pacet, dikelola oleh pemdes setempat. ’’Pasar yang belum diadakan penyemprotan akan segera diadakan dibantu dari pihak desa,’’ tandas dia.
Terkait pelaksanaan, Sodikin menyebut akan digeber dalam pekan ini. Penyemprotan diprioritaskan pada mobilitas hewan ternak yang cukup tinggi dan dilakukan pada jadwal buka sesuai kalender pasaran Jawa. ’’Yang paling tinggi di Ngrame dan Pandanarum,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah