Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pendakian di Gunung Penanggungan Mojokerto Dibatasi hingga Puncak Bayangan

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:37 WIB

 

DIBATASI: Pendaki mendirikan tenda di puncak bayangan Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas. Selama cuaca buruk, pendaki hanya boleh sampai kawasan di bawah Puncak Pawitra tersebut.
DIBATASI: Pendaki mendirikan tenda di puncak bayangan Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas. Selama cuaca buruk, pendaki hanya boleh sampai kawasan di bawah Puncak Pawitra tersebut.
 

 

 

 

 

TRAWAS - Pengelola jalur pendakian Gunung Penanggungan via jalur Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memberlakukan sistem buka-tutup selama musim hujan ini. Selain itu, pendaki juga dibatasi hanya boleh sampai puncak bayangan karena situasi cuaca yang buruk. 

Ketua Koperasi Masyarakat Desa Hutan Watu Kelir Khoirul Anam mengatakan, izin pendakian di gunung yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu diberlakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca terkini. ”Jalur pendakian Tamiajeng saat ini buka normal, dengan catatan sewaktu-waktu ditutup jika cuaca buruk,” tuturnya, kemarin (24/1). 

Menurutnya, skema kondisional itu diterapkan selama musim penghujan ini. Tatkala terjadi cuaca buruk, seperti hujan deras dan angin kencang yang dapat membahayakan pendaki, lembaga pengelola jalur Tamiajeng itu bakal langsung menutup akses pendakian. ”Kami berpatokan pada prakiraan dari BMKG,” jelasnya. 

Selain sistem buka-tutup jalur, aktivitas pendakian juga dibatasi maksimal di puncak bayangan. Selama penghujan yang memasuki puncaknya sekarang ini, pendaki tidak diperbolehkan naik sampai Puncak Pawitra. Kondisi itu diterapkan mengingat risiko bahaya cuaca buruk yang mengintai pendaki apabila nekat sampai puncak. ”Jadi, selama cuaca buruk pendaki hanya dibatasi sampai puncak bayangan,” tandasnya. 

Di sisi lain, BMKG Juanda telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan. Peringatan itu berlaku selama 10 hari sejak 21-30 Januari 2026 dengan potensi bahaya berupa curah hujan tinggi dan angin kencang yang dapat mengakibatkan bencana banjir hingga longsor. Peringatan berlaku bagi seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur. 

Melalui peringatan tersebut, Kepala BMKG Juanda Taufiq Hernawan meminta wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang. BMKG menyatakan puncak musim penghujan di Jatim secara umum diperkirakan berlangsung pada Januari dan Februari 2026. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#gunung penanggungan mojokerto #pendakian #gunung penanggungan