Pemkab Gandeng BBWS Bengawan Solo Atasi Banjir di Dawarblandong
DAWARBLANDONG - Penanganan banjir tahunan di Kecamatan Dawarblandong bertahap bakal kembali direalisasi tahun ini. Pemkab Mojokerto bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo ancang-ancang melanjutkan perkuatan tanggul bantaran aliran Kali Lamong di titik rawan.
’’Pada 2026 ini tembok penahan tanah (TPT) sungai akan diperkuat lagi. Penanganannya bertahap dari tahun 2025,’’ ungkap Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman, Senin (19/1). Dia menjelaskan, hal ini merupakan langkah lanjutan dari penanganan darurat yang digarap BBWS Bengawan Solo tahun lalu.
Geobox sepanjang 148 meter dan tinggi 2 meter dipasang di titik tanggul kritis di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong. Tanggul darurat ini digarap kurun Oktober hingga Desember lalu. Meski begitu, Rois belum bisa memastikan kapan penanganan lanjutan tahun ini kembali digeber.
’’Penanganannya dilakukan bertahap, prinsipnya untuk mengurangi dampak limpasan air sungai ke permukiman,’’ terang dia. Ke depan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo konsep pembangunan infrastruktur pengendali banjir di aliran Kali Lamong tersebut. ’’Nanti kita update lagi apakah TPT sungainya permanen atau darurat,’’ imbuh Rois.
Setiap tahun, lanjut dia, pemkab rutin mengusulkan sejumlah titik rawan banjir di aliran Kali Lamong agar segera ditangani BBWS Bengawan Solo, termasuk wilayah Dawarblandong. Pihaknya tidak menamik perlu dilakukan penanganan menyeluruh agar banjir tidak lagi menerjang kawasan permukiman.
’’Prinsipnya, penguatan di sepanjang tebing (bantaran Kali Lamong) itu supaya bisa lebih stabil dan kuat. Di tahun 2025 BBWS Bengawan Solo fokus peninggian tanggul dengan memasang geobox,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, sejumlah desa di sekitar aliran Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong dilanda sering dilanda banjir luapan. Terutama warga Desa Pulorejo, Talunblandong dan Desa Banyulegi. Mereka selalu waswas ketika wilayah hulu diguyur hujan deras. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah