- Menjangkiti Ternak di Wilayah Utara Sungai
- Penyemprotan Disinfektan sebagai Antisipasi
KABUPATEN - Gejala penyakit dan kuku (PMK) kembali menjangkiti hewan ternak di Kabupaten Mojokerto. Kasus ini diketahui mulai merebak di wilayah utara Sungai Brantas.
Indikasi gejala PMK kini telah diatensi oleh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto. Sedikitnya terdapat tujuh ekor sapi milik peternak di Kecamatan Dawarblandong yang dilaporkan terjangkit. ’’Kemarin ada laporan gejalanya mengarah ke sana (PMK, Red), cuma kami belum memastikan,’’ tandas Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta Mojokerto Tutik Suryaningdyah, Senin (19/1).
Menurutnya, disperta akan segera menindaklanjuti laporan temuan tersebut dengan melakukan pemeriksaan hewan. Berdasarkan kondisi fisik, PMK memiliki tanda-tanda gejala yang spesifik dibandingkan dengan penyakit hewan lainnya. ’’Selain keluar lendir berlebihan, biasanya kakinya pincang karena ada luka-luka di kukunya,’’ imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi penyebaran, hewan ternak akan dilakukan pengobatan dan vaksinasi. Karena saat penghujan, PMK lebih rentan menular dan berpotensi menjadi wabah. ’’Seperti tahun kemarin, vaksinasi akan terus kita laksanakan,’’ imbuh Tutik.
Dengan adanya kemunculan gejala PMK tersebut, disperta akan mengkaji terkait pembatasan distribusi hewan ternak dari dan ke luar daerah. Menurutnya, pengetatan juga dilakukan di pasar hewan di Kabupaten Mojokerto. ’’Aman, belum ada laporan di (Pasar Hewan) Pandanarum dan Ngrame, tapi tetap dilakukan penyemprotan disinfektan,’’ paparnya.
Untuk diketahui, pada periode yang sama tahun sebelumnya, PMK sempat mewabah di Kabupaten Mojokerto. Total ditemukan sebanyak 393 kasus yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Pemkab Mojokerto kemudian melakukan vaksinasi massal sebanyak 38 ribu untuk memutus rantai penularan ke hewan ternak. (ram/fen/ris)
Editor : Fendy Hermansyah