TRAWAS – Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca ekstrem masih membayangi wilayah Kabupaten Mojokerto di awal tahun ini. Sepanjang Januari, hujan deras disertai angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah, khususnya di kawasan pegunungan, meliputi Pacet dan Trawas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengimbau agar masyarakat utetap waspada terhadap berbagai risiko bencana hidrometrologi. Hal itu sesuai yang telah dituangkan dalam status siaga darurat bencana melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto Nomor 188.45/405/HK/416-012/2025 yang diberlakukan hingga 31 Mei mendatang.
Di antara masih terjadinya cuaca ekstrem tersebut setelah jalur wisata di Desa Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sempat tertutup akibat pohon tumbang, Sabtu (17/1) malam lalu. Peristiwa pohon tumbang diketahui terjadi sekitar pukul 21.30. Pohon dengan ketinggian belasan meter ini roboh saat terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah Trawas dan sekitarnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, jalan Jolotundo-Trawas sempat tak dapat dilalui kendaraan. ”Sudah langsung diatasi,” ungkapnya, Minggu (18/1).
Penanganan pohon tumbang dilakukan bersama tim gabungan dari relawan dan petugas kepolisian dari Polsek Trawas. Proses evakuasi diprioritaskan terhadap batang dan ranting pohon yang menutup akses jalan. ”Setelah dieksekusi teman-teman relawan, jalur sudah bisa kembali dilalui,” imbuh Agus Wahyu, salah satu relawan. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah