Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

BGN Tutup SPPG di Mojokerto, Distribusi MBG di 22 Lembaga Mandek

Farisma Romawan • Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:40 WIB

 

DIJATUHI SANKSI: Tim Teknis Dirjen P2P Kemenkes saat mendatangi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Selasa (13/1) lalu. Kini, BGN resmi menutup dapur MBG tersebu
DIJATUHI SANKSI: Tim Teknis Dirjen P2P Kemenkes saat mendatangi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Selasa (13/1) lalu. Kini, BGN resmi menutup dapur MBG tersebu
KABUPATEN - SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 terancam ditutup secara permanen imbas terjadinya keracunan massal yang dialami 411 penerima manfaat MBG di Kabupaten Mojokerto. Kini, BGN tengah melakukan investigasi sebelum menentukan sanksi tegas yang akan diambil. 

Kepala Regional BGN Jawa Timur (Jatim) Mahda Pradewa menyatakan, BGN telah mengambil langkah dengan menutup SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Kebijakan ini diberlakukan sejak terjadinya kasus keracunan massal SPPG yang didistribusikan pada hari Jumat (9/1) lalu.

Meski masih bersifat sementara, namun penghentian operasional SPPG dilakukan tak terbatas dengan jangka waktu tertentu. ”Untuk penutupan tidak ada batas waktu, itu (menunggu) hasil investigasi dari BGN pusat,” ujarnya usai mengikuti rapat gabungan di ruang Smart Room Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto, Kamis (15/1) malam.

Pradewa menyebut, penutupan sementara berlaku hingga proses penyelidikan yang dilakukan BGN rampung. Dari hasil investigasi tersebut, selanjutnya akan ditentukan apakah SPPG yang memiliki kapasitas 2.679 paket MBG ini diperbolehkan kembali operasi atau tidak. Jika terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP), tidak menutup kemungkinan SPPG akan disetop total. ”Nanti BGN pusat yang bisa menentukan kapan bisa beroperasi kembali atau ditutup (secara permanen),” sebutnya.

Jika kembali beroperasi, BGN juga berjanji melakukan pengawasan lebih ketat agar kejadian keracunan massal tidak terulang lagi. Pihaknya juga menanggapi terkait atensi Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang meminta agar dilakukan perombakan terhadap pengelola hingga juru masak di dapur SPPG. ”Itu jadi masukan dari Menteri HAM pada kami dan BGN,” tandasnya. 

Dengan penutupan sementara SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, distribusi di 22 lembaga pesantren penerima MBG praktis mandek. Dari total 2.679 penerima manfaat, masing-masing tersebar di pondok pesantren dan sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK sederajat di Kecamatan Kutorejo dan Mojosari. 

Antara lain di TK Dharma Wanita Singowangi sebanyak 56 siswa, TK Dharma Wanita Wonodadi 32 siswa, TK Dharma Wanita Windurejo 23 siswa, dan RA Nurul Hidayah Wonodadi 43 siswa. Selain itu, juga di TK Bustanul Hasanah Windurejo dengan 58 siswa, TK Plus Al Hidayah Kauman 234 siswa, SDN Wonodadi 1 sejumlah 92 siswa, serta SDN Wonodadi 2 sebanyak 68 siswa. 

Sasaran lainnya berada di MI Nurul Hidayah Wonodadi dengan 81 siswa, SDN Singowangi 257 siswa, SDN Windurejo 1 sejumlah 118 siswa, SDN Windurejo 2 diterima 119 siswa, dan MI Nurul Hidayah Kutorejo 183 siswa. Pada jenjang di atasnya terdapat SMPN 2 Kutorejo dengan 666 siswa, MTs Mahad An Nur Singowangi 149 siswa, dan SMP Muhammadiyah 3 Kutorejo 101 siswa. 

Layanan MBG juga dihentikan sementara di SMP TI Al Hidavah Wonodadi dengan jumlah 188 siswa, MTs Nurul Hidayah Wonodadi 16 siswa. Demikian juga dengan di MA Teknologi Informasi Berlian Wonodadi yang memiliki 53 siswa, MA Mahad An Nur Singowangi 24 siswa, SMKS Muhammadiyah 2 Kutorejo 81 siswa, serta SMK Unggulan Al Irfan Wonodadi 23 siswa. (ram/far/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#keracunan mbg #Sppg mojokerto #badan gizi nasional #keracunan massal #mbg mojokerto