Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menuturkan, sebagian besar kondisi korban memang sudah membaik. Sehingga oleh rumah sakit mereka telah diizinkan untuk pulang. ’’Tersisa tiga orang yang masih menjalani perawatan medis hingga hari ini (kemarin, Red). Masing-masing pasien ada di RSI Sakinah, RS Kartini, dan RS Sidowaras,’’ katanya.
Sedangkan di RSUD Prof. dr. Soekandar yang sebelumnya merawat jumlah pasien terbanyak, kemarin para korban juga sudah diperbolehkan pulang. Demikian juga di sejumlah puskesmas yang sempat merawat korban. ’’Di RSUD Prof. dr. Soekandar sudah kosong, di puskesmas juga sama sudah kosong,’’ paparnya.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyatakan, hingga Rabu (14/1) total korban keracunan menu soto MBG mencapai 411 orang. Terdiri dari 334 korban dipulangkan karena kondisinya membaik, dan 77 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan. Menurutnya, mayoritas korban berusia anak-anak.
Namun, ada beberapa korban orang dewasa karena sebelumnya mencicipi MBG yang dibawa pulang siswa. ’’Kelihatannya semua komponen yang ada di (MBG) soto ayam (yang menyebabkan keracunan massal,’’ imbuhnya. Adapun lonjakan kasus keracunan ini terjadi secara bertahap.
Pada Minggu (11/1) tercatat 260 pasien, lalu meningkat menjadi 384 pasien pada Senin (12/1). Kemudian bertambah lagi menjadi 404 pasien pada Selasa (13/1). Sedangkan Rabu (14/1) terdapat tambahan 7 pasien. Sehingga total korban terdampak keracunan massal ini mencapai 411 orang.
Gus Bupati menegaskan, per Rabu (14/1) pemerintah daerah (pemda) telah menutup penerimaan pasien baru dengan gejala serupa karena masa inkubasi medis telah dinyatakan berakhir. ’’Sekarang kami sudah menutup pasien dengan keluhan (keracunan) MBG, karena masa inkubasi ini sudah lewat. Jadi, kalau ada keluhan karena MBG, ini karena masa inkubasi sudah lewat, kami sudah tidak menghitung itu lagi,” tandas Gus Bupati. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah