Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Begini Tanggapan BGN Pasca Penghentian Operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3 di Mojokerto

Farisma Romawan • Jumat, 16 Januari 2026 | 06:35 WIB

Kondisi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Kecamatan Kutorejo yang terhenti beroperasi pasca keracunan massal menu MBG.
Kondisi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Kecamatan Kutorejo yang terhenti beroperasi pasca keracunan massal menu MBG.
KABUPATEN - Dihentikannya operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3 tak serta merta mengalihkan program MBG untuk 2.679 penerima manfaat ke SPPG lain. Badan Gizi Nasional (BGN) justru lebih memfokuskan pemulihan psikologis 411 siswa terdampak dari rasa trauma pasca peristiwa dugaan keracunan, Sabtu (10/1). Termasuk mengevaluasi kinerja SPPG agar tidak terulang kembali peristiwa serupa di kemudian hari. 

Koordinator Wilayah BGN Mojokerto Rosidian Prasetyo mengatakan, pemulihan psikologis siswa menjadi prioritas utama BGN saat ini disamping menginvestigasi peristiwa dugaan keracunan. Wujudnya berupa edukasi hingga trauma healing yang berjalan di 22 lembaga pendidikan yang disuplai MBG oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3. Recovery dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak peristiwa dugaan keracunan dialami ratusan siswa di Kecamatan Kutorejo. 

’’Kami kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk proses recovery psikologis siswa. Harapannya siswa tidak lagi trauma dengan program MBG karena ini sudah menjadi program nasional,’’ ungkapnya.

Meski demikian, proses recovery tersebut tak lantas dibarengi dengan suplai MBG kepada siswa 2.679 siswa yang sejak September lalu menerima paket makan gizi seimbang dari SPPG yang dikelola Pondok Pesantren Al Hidayah tersebut. Termasuk dengan cara mengalihkan ke SPPG lain yang justru sulit dioptimalkan. 

Hal ini karena setiap SPPG sudah memiliki penghitungan anggaran baku dalam menyuplai MBG, yakni berdasarkan jumlah siswa penerima manfaat yang disasar.

’’Selama ini SPPG kan berjalan sesuai dengan jumlah siswa sasaran dalam proposal yang sudah mereka ajukan. Kalau dialihkan, maka harus mengubah dulu pengajuan pagu anggaran, sementara program ini harus berjalan terus menerus. Ya, untuk sementara ini suplai MBG berhenti dulu sambil menunggu hasil evaluasi dan petunjuk pimpinan,’’ tandasnya. (far/fen/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#BGN #keracunan mbg #Sppg mojokerto #keracunan massal #mbg mojokerto