KOTA - Belum resmi dibuka sebagai objek wisata, paving Taman Bahari Mojopahit (TBM) di kawasan Jembatan Rejoto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, sudah amburadul.
Area lantai yang baru setahun dibangun kini kondisinya amblas dan pecah. Senin (1/12), lantai yang mengalami kerusakan itu dibongkar. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, proses perbaikan di sekitar bangunan tribun amfiteater ini melibatkan sejumlah pekerja.
Paving yang patah dan amblas diganti dengan paving baru. Para pekerja juga meratakan kembali dasar lantai yang sebelumnya bergelombang.
”Yang retak-retak dan tidak rata diganti semua,” kata salah satu pekerja. Menurutnya, kerusakan lantai paving di area inti TBM ini kerap memicu banjir genangan setiap hujan deras. Kondisi lantai yang amblas membuat air tak mengalir lancar ke saluran pembuangan.
Lantai paving yang kini mengalami kerusakan tersebut baru selesai digarap pada 2024 lalu. Pekerjaan ini merupakan bagian dari proyek lanjutan TBM yang di antaranya berupa pembangunan panggung kesenian, amfiteater, dan camping ground dengan alokasi anggaran sekitar Rp 12 miliar.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, perbaikan lantai paving yang rusak dilakukan oleh pihak rekanan. ”Bagian dari pemeliharaan oleh penyedia, karena masih tanggungan mereka,” ujarnya.
Menurut Ani, perbaikan ini berlangsung seiring rencana serah terima hasil pekerjaan dari rekanan ke pemkot. Karena itu, hasil pekerjaan harus dalam kondisi baik. ”Dalam minggu ini ada penyerahan pekerjaan setelah jaminan pemeliharaan, jadi mereka harus menyerahkan pekerjaan dalam kondisi baik ke kami,” jelasnya.
Kerusakan yang menyasar lantai paving TBM tak sekali ini terjadi. Area lantai sisi utara yang merupakan hasil pekerjaan tahap pertama pada 2023 juga pernah dibongkar pada Juni 2024 karena amblas dan bergelombang.
Saat itu, perbaikan dilakukan PT Lingkar Perdana selaku kontraktor proyek yang menelan anggaran APBD dan DAK sebesar Rp 15,7 miliar tersebut. Selain paving, kala itu kerusakan juga menyasar sejumlah item lain. Seperti keran air hingga mur menara pandang. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi