SEMENTARA itu, meski sudah sepekan dilakukan penutupan, akses jalan Pacet-Cangar hingga hari ini masih belum dibuka lantaran masih rawan terjadi longsor susulan. BPBD Kabupaten Mojokerto kini memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di jalur yang menghubungkan Mojokerto-Batu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengungkapkan, pemasangan EWS dilakukan di titik tikungan Gajah Mungkur yang tak jauh dari lokasi longsor Senin (24/11) lalu. Menurutnya, alat tersebut memiliki sensor peringatan untuk mendeteksi pergerakan tanah saat terjadi longsor. ’’EWS kita pasang di ruas jalan Pacet-Cangar karena itu daerah yang rawan longsor,’’ jelasnya, kemarin (1/12).
Dikatakannya, pemasangan EWS bertujuan memberi peringatan dini bagi masyarakat agar melakukan langkah darurat. Sehingga, titik alarm juga didirikan di Rest Area Sendi, Desa/Kecamatan Pacet. ’’Ketika ada alarm, harapannya masyarakat di bawah sudah bisa melakukan tindakan-tindakan penyelamatan,’’ ulasnya.
Hingga saat ini, jalur Pacet-Cangar masih ditutup total untuk semua jenis kendaraan. Langkah itu dilakukan setelah terjadi longsor pada tebing seluas 40 meter x 25 meter di kawasan Kutukan Sendi Senin (24/11) siang. Setelah itu, juga masih terjadi dua kali longsoran baru berupa material tanah dan batu pada Kamis (27/11) dan Jumat (29/11). ’’EWS tidak hanya mendeteksi longsor saja, di sungai-sungai yang rawan banjir juga sudah kita pasang alat serupa,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi