Pengendara Tak Nyaman, Motor Rawan Tergelincir
KOTA – Paving Jalan Ir Soekarno di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kembali ambrol. Kerusakan tersebut kian memperparah kondisi jalan yang sudah mengalami renggang di beberapa titik.
Ruas jalan yang ambrol berada di ujung barat atau sekitar simpang empat Jembatan Rejoto. Titik ini sebelumnya sudah mengalami ambrol dan telah diperbaiki. Namun, kini kembali mengalami kerusakan karena beberapa paving kembali amblas. ”Sudah beberapa hari ini jebol, pavingnya kocar-kacir,” kata Putra, salah seorang pengguna jalan, kemarin (30/11).
Selain itu, sejumlah titik di sepanjang ruas jalan yang dibangun pada 2023 itu juga kembali mengalami renggang. Kali ini, celah antarpaving cukup lebar hingga membuat pengendara tak nyaman saat melintas. ”Kalau tidak hati-hati, motor bisa tergelincir,” imbuhnya.
Pembangunan ruas jalan paving yang menjadi akses ke kompleks bakal wisata TBM itu menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar. Selain dirundung masalah kondisi fisik yang berkali-kali rusak, proyek ini juga menjadi sorotan KPK saat melakukan monitoring dan evaluasi di Pemkot Mojokerto pekan lalu.
Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto menyatakan, KPK sempat mempertanyakan alasan pemkot membangun jalan dengan paving alih-alih aspal pada Rabu (26/11) lalu. Pemkot pun, kata sumber ini, berdalih hal itu atas dasar rekomendasi BBWS Brantas selaku pemilik aset tanah. ”Namun, saat ditanya oleh KPK terkait rekomendasi BBWS tersebut, pemkot tidak bisa menunjukkan suratnya,” ucapnya dikutip Jumat (28/11).
Dikonfirmasi soal kondisi Jalan Ir Soekarno serta keterkaitannya dengan sorotan KPK, Plt Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani belum memberi jawaban. ”Sebentar, masih rapat,” ujarnya, kemarin (30/11). (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi