PACET - Penanggulangan longsor di Jalur Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet, terus digeber. BPBD Jatim turut dilibatkan dalam proses asesmen mahkota longsor pada Rabu (26/11). Tujuannya, untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi longsor susulan sebelum jalur alternatif Mojokerto-Batu kembali dibuka.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin memaparkan, asesmen bersama instansi terkait diawali pada Rabu (26/11) pagi. Asesmen mencakup aspek kondisi tanah dan vegetasi pada tebing setinggi 40 meter x 25 meter yang longsor. ’’Sampai sekitar pukul 12.30, asesmen dihentikan sementara karena hujan. Jadi baru pengamatan dan pengukuran dari bawah,’’ jelasnya, kemarin (27/11).
Hasil pengamatan sejauh ini, lanjut Rinaldi, jalur Pacet - Cangar terkategori rawan longsor susulan. Sehingga, sementara ini jalan alternatif Mojokerto-Batu dibuka untuk umum dinilai tidak memungkinkan. ’’Kondisi tebing yang longsor sendiri masih tidak stabil, masih ada longsoran yang jatuh dalam jumlah kecil. Kalau hujan berpotensi longsor susulan,’’ terang Rinaldi.
Menurutnya, asesmen bersama BPBD Jatim akan dijadwalkan ulang pada Sabtu (29/11). Nanti asesmen lanjutan akan dilakukan secara menyeluruh. ’’Insya Allah Sabtu nanti asesmen dengan naik ke atas mahkota longsor pakai tali,’’ beber mantan Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto ini.
Diketahui, tebing 40 meter x 25 meter di kawasan Kutukan Sendi longsor saat wilayah Pacet diguyur hujan Senin (24/11) siang. Longsoran berupa tanah, batu, dan kayu menutup seluruh badan jalan. Meski tak menimbulkan korban, akses jalan alternatif Mojokerto-Batu terputus sementara. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi