Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penanganan Longsor Pacet-Cangar Mojokerto Dipadukan Intervensi Teknis dan  Alami

Fendy Hermansyah • Rabu, 26 November 2025 | 16:15 WIB

 

Photo
Photo

Sementara itu, tanah longsor kembali terjadi di jalur Pancet-Cangar, di Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet, Senin (24/11) sore. Material tanah, lumpur, dan bebatuan menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, hingga kemarin (25/11), akses jalan belum bisa kembali digunakan.

 Proses pembersihan material oleh petugas gabungan terus dilakukan. Menggunakan ekskavator seluruh material berhasil dibersihkan. Meski begitu, jalan belum bisa dilalui oleh kendaraan. Sebab, kondisi jalan masih licin dan cukup berbahaya bagi para pengendara.

 Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan, titik longsor yang muncul kali ini bukan berada di lokasi yang sama dengan kejadian sebelumnya. Kerawanan di area perbukitan dan lereng memiliki karakteristik alami yang berbeda-beda. Sehingga tidak seluruhnya dapat diperkuat menggunakan teknik konstruksi.

 Langkah penanganan tengah dilakukan. Namun, keterbatasannya anggaran membuat penanganan terhadap titik rawan  longsor tidak bisa sepenuhnya mengandalkan intervensi teknis atau geoteknik. Oleh karena itu pihaknya mencari alternatif lain dalam proses perbaikan.

”Secara ilmiah, untuk memastikan semua titik rawan dilakukan intervensi geoteknik itu tidak memungkinkan secara anggaran. Maka penanganannya kami padukan antara penguatan pascakejadian dan identifikasi dini area rawan,” kata Emil sebagaimana dilansir Jawa Pos, kemarin (25/11).

 Pihaknya mengakui melakukan penguatan fisik di sepanjang jalur yang memiliki kontur curam dan tanah labil dengan ukuran berkilo-kilo meter tidak mungkin dilakukan seluruhnya. Sebab itu, pihaknya akan melakukan upaya alami  melalui peningkatan fungsi resapan serta menjaga kelestarian hutan di area kritis.

 Petugas dari dinas kehutanan diterjunkan pada beberapa titik untuk memaksimalkan tutupan vegetasi yang dinilai mampu memperkecil potensi longsor secara signifikan. ”Ini (penanganan) digabung dengan upaya alami untuk mengurangi kerawanan longsor dengan menjaga resapan. Kelestarian hutan menjadi salah satu kunci,” ujarnya.

 Setelah kondisi stabil, Emil menjelaskan, barulah dilakukan evaluasi apakah memungkinkan diterapkan intervensi geoteknik, seperti halnya pada penanganan longsor sebelumnya.

 ’Kondisi alam, jenis tanah, dan kemiringan lereng memang menjadi faktor utama. Setelah penanganan darurat, baru kami lihat apakah bisa dilakukan penguatan teknis,” terangnya. (ian/fen/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#tanah longsor #jalur pacet-cangar #Pembersihan material longsor #cuaca ekstrem