KABUPATEN - Upaya mitigasi bencana banjir tengah dioptimalkan Pemkab Mojokerto. Empat titik tanggul kritis aliran Sungai Brantas diperbaiki di triwulan akhir tahun ini.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menerangkan, seluruh perbaikan tanggul rawan jebol ini dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Menyusul, pemkab telah menyodorkan hasil mitigasi banjir yang menunjukkan puluhan titik dinding tepi sungai dalam kondisi rusak parah. ’’Penanganannya dilakukan bertahap oleh BBWS Brantas sesuai prioritas dan kapasitas anggaran. (Akhir) tahun ini ada empat titik tanggul dan pintu air yang diperbaiki,’’ ujarnya.
Keempat titik tanggul tersebut mulai dari tanggul Sungai Sumberkembar di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari; tanggul Sungai Bangsal di Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal. Lalu, tanggul Sungai Janjing di Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro dan Sungai Sumber Glogok di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari. Berikut perbaikan pintu air Avour Jombok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. ’’Pintu air Avour Jombok rencananya ada beberapa yang akan diperbaiki. Untuk pastinya nanti kami cek lagi waktu pelaksanaan,’’ terang Rois.
Dari lima proyek mitigasi banjir ini, kata Rois, satu pekerjaan yang rampung digarap BBWS Brantas. Yakni, pembangunan plengsengan di Sungai Sumberkembar, Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari. ’’Yang di Desa Kebondalem sudah selesai. Sedangkan tiga tanggul dan perbaikan pintu air dilaksanakan di sisa akhir tahun ini,’’ jelasnya.
Sedianya, DPUPR Kabupaten Mojokerto mencatat sebanyak 48 titik tanggul aliran Sungai Brantas di 18 kecamatan dalam kondisi kritis. Dinding tepi sungai yang rawan jebol ini disodorkan pemkab ke BBWS Brantas untuk segera dilakukan penanganan permanen. Langkah ini sekaligus upaya mitigasi pemkab dalam meminimalisir risiko banjir luapan. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi