Di Kawasan Tahura R. Soerjo, Diberlakukan saat Cuaca Ekstrem
KABUPATEN - Tingginya potensi cuaca ekstrem di awal musim hujan ini berdampak pada penutupan destinasi wisata alam. Seperti yang dilakukan UPT Tahura R Soerjo yang akan menutup sementara sejumlah wisata pendakian di Kabupaten Mojokerto saat cuaca buruk melanda.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Nomor: 500.4.6.10/ 1644/123.7.2/2025 tentang Penutupan Sementara Aktivitas Pendakian di Kawasan Tahura R Soerjo tertanggal 14 November. Dari situ, ada sejumlah wisata pendakian di wilayah Kabupapten Mojokerto yang akan ditutup sewaktu-sewaktu jika terjadi cuaca ekstrem.
Masing-masing, pendakian Gunung Pundak dan Bukit Cendonom di Kecamatan Pacet; Bukit Semar, Kecamatan Gondang, serta Watu Jengger di Kecamatan Jatirejo. ’’Saat ini, pendakian tersebut masih dibuka. Tetapi akan ditutup sewaktu-waktu jika kondisi cuaca tidak kondusif,’’ ujar Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura R Soerjo, Ajat Sudrajat, kemarin.
Hal serupa diterapkan pada pendakian Bukit Lincing, Lawang, Kabupaten Malang dan sejumlah Wisata Religi di kawasan Tahura R Soerjo. Hal sebaliknya justru diberlakukan pada sejumlah jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang di Malang Raya dan Pasuruan. Yakni, Jalur Lawang, Sumber Brantas, Tretes dan Tambaksari. Seluruhnya ditutup sementara per 16 November. ’’Penutupan sementara ini sampai batas waktu yang belum ditentukan,’’ ungkapnya.
Pertimbangannya, lanjut Ajat, tak lain untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan pada pendaki. Sekaligus, memberikan tenggat waktu untuk pemulihan ekosistem di dalam kawasan hutan lindung. ’’Berdasarkan prakiraan BMKG di bulan November ini sudah masuk musim hujan yang identik dengan cuaca ekstrem. Baik hujan lebat disertai petir maupun angin kencang,’’ imbuh Ajat. UPT. Tahura R Soerjo bakal kembali membuka seluruh wisata pendakian yang ditutup sementara jika cuaca di kawasan hutan lindung membaik dan laik didaki. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi