Warga dan Petani Juga Diimbau Hati-hati Dampak Cuaca Ekstrem
PACET - Belakangan ini cuaca ekstrem membayangi wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya. Dampak bencana yang bisa membahayakan warga dan wisatawan membuat hal ini turut diatensi kepolisian.
Kapolsek Pacet Iptu Mohammad Khoirul Umam mengungkapkan, upaya antisipasi salah satunya mulai dilakukan dengan memasang spanduk waspada di kawasan wisata Bukit Bodoh Gede alias Pacet Hill di Desa Padusan. ”Sementara ini kita pasang banner waspada bahaya petir di beberapa titik di Pacet Hill,” ungkapnya, kemarin (12/11).
Sebab, destinasi wisata alam yang berada di area perbukitan terbuka dan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl ini berpotensi tinggi jadi titik sambaran petir. Terlebih, wilayah Pacet juga masuk zona rawan bencana. ”Cuaca di wilayah Pacet saat ini masih tidak menentu. Kawasan dataran tinggi tentunya berpotensi menjadi area sambaran petir. Sehingga, kami antisipasi dampaknya agar warga maupun wisatawan selalu waspada dan berhati-hati,” terang Umam.
Pihaknya memastikan, banner imbauan yang dipasang petugas berada di titik jangkauan pandang pengunjung. ”Kami juga sosialisasikan pada petani Kelompok Usaha Cahaya (KUC) Pacet Hill yang notabene sering beraktivitas di lokasi. Kami mengimbau agar masyarakat mencari tempat aman saat cuaca ekstrem terjadi di Pacet,” imbuh mantan Kasi Humas Polres Mojokerto Kota ini.
Di sisi lain, BMKG memprakirakan wilayah Mojokerto bakal dibayangi cuaca ekstrem sepanjang pekan ini. Seperti diketahui, dua insiden longsor terjadi kurun dua hari di Pacet pada pekan lalu. Selasa (4/11) sore, lereng di selatan jembatan Blok Lemah Bang, Jalur Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet, ambrol. Longsoran lumpur dan kayu menyumbat kolong jembatan memicu air sungai meluap ke badan jalan.
Kamis (6/11) pagi, dua titik tebing di tepi Jalan Raya Dusun/Desa Cembor, mengalami longsor. Material tanah dan batu yang menutup separuh akses Jalan Raya Pacet-Trawas mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi