Dinas PUPR Kabupaten Bangun Tanggul Darurat
NGORO - Tingginya curah hujan di Mojokerto Raya belakangan ini turut membuat debit Sungai Afvoer Sumberwaru di Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, meningkat. Bahkan, hal ini membuat satu titik tanggul mengalami jebol dan banjir menggenangi area persawahan.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menuturkan, tanggul tanah tak mampu menahan luapan debit sungai yang terjadi Rabu (5/11) sore. Akibatnya, tanggul dengan panjang 7 meter, tinggi dan lebar 3 meter itu ambrol diterjang derasnya arus. ”Tanggul yang jebol ini masih berupa tanah, memang butuh perkuatan lagi,” ungkapnya, kemarin (11/11).
Beruntung, banjir akibat tanggul jebol tidak sampai menyasar permukiman warga. Namun, areal persawahan seluas 8 hektare di sekitar lokasi digenangi banjir. Rois menyebutkan, tanggul jebol akibat terkikis tingginya debit sungai. Bahkan, meningkatnya debit Sungai Afvour Sumberwaru turut membuat Jalan Raya Mojokerto-Gempol, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, tergenang luapan setiap diguyur hujan belakangan ini.
”Pemda sudah membangun sistem pengendalian banjir di situ. Alhamdulillah, permukiman dan persawahan sudah aman tinggal di wilayah jalan nasional,” jelasnya. Sistem pengendali banjir ini, lanjut dia, membuat banjir yang menyasar persawahan cepat surut. Dengan demikian, dampak banjir tidak terlalu signifikan.
Pembangunan tanggul darurat menggunakan jumbo bag dan trucuk gedek digeber sejak Kamis (6/11). Mengerahkan satu alat berat membuat penanggulan rampung pada Jumat (7/11). ”Penanganan darurat ini kita lakukan agar tidak terlalu berdampak pada masyarakat,” imbuh Rois.
Pihaknya memastikan, pembangunan tanggul permanen di lokasi langsung diusulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas agar segera direalisasi. ”Karena memang ini wewenang BBWS Brantas. Nanti mungkin skala prioritas sesuai dengan kapasitas anggaran dan penilaian teknis dari mereka,” imbuhnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi