DLH Kabupaten Koordinasi Kepolisian untuk Penyelidikan
KABUPATEN - Dumping limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kabupaten Mojokerto meluas. Di tengah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto tengah menelusuri pembuang belasan tumpukan limbah diduga B3 di lahan terbuka di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, peristiwa serupa juga muncul di lahan kosong dalam kawasan Perumahan Jambu Indah Residence, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, membenarkan adanya temuan peristiwa pembuangan limbah tersebut. DLH pun sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. ’’Tim kami sudah datang ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan, sekaligus pemasangan garis pengawasan PPLH,’’ ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, kini DLH tengah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap siapa sosok yang bertanggung jawab atas dumping limbah sembarangan tersebut. Sebab, selain akan berdampak pada pencemaran lingkungan, juga akan berdampak pada kesehatan lingkungan warga. ’’Jadi saat ini masih koordinasi untuk penyelidikan dengan instansi terkait,’’ tegasnya.
Meski DLH kini sudah ambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium, dugaan awal dumping limbah yang berada di Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan ini berbeda dengan yang ada di Desa Bangun, Kecamatan Pungging. Jika sebelumnya diduga B3 jenis abu aluminum yang berasal dari Jombang, kali ini limbah B3 jenis sludge kertas. ’’Jadi, ini sangat berbahaya untuk kesehatan warga sekitar. Prinsipnya penanganan cepat kita lakukan untuk mengurangi dampak risiko dari limbah B3 tersebut,’’ jelas Rachmat Suharyono.
Salah satu warga, Sena Sangga Renata mengaku resah atas dumping limbah B3 yang berada di kawasan dekat pemukiman tersebut. Dua gundukan limbah yang dibuang orang tak bertanggung jawab mengunakan truk pada 5 November lalu itu menimbulkan bau menyengat. Utamanya setelah hujan turun. Kondisi itu membuat warga merasa tidak nyaman bahkan mulai mengeluhkan dampak kesehatan. ’’Dampaknya kalau setelah hujan itu menjelang sore baunya menyengat di kali sampai masuk ke rumah,’’ sesalnya.
Bau tak sedap yang ditimbulkan belakangan bahkan disebut-sebut sudah mulai berdampak pada gangguan kesehatan ringan. Mulai dari mengeluh pusing hingga batuk. ’’Anak kita bahkan sampai mengeluh akibat baunya itu, ada yang batuk dan kepalanya pusing,’’ tegasnya.
Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembuangan limbah ilegal tersebut dan melakukan pembersihan di lokasi. Langkah itu agar tidak menimbulkan dampak yang lebih parah bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. ’’Kami tidak tahu kalau itu limbah, awalnya kami mengira ada yang beli pasar, ternyata setelah beberapa hari ternyata yang dibuang adalah limbah B3,’’ pungkasnya. (ori/vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi