PIMPINAN Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Mojokerto sukses menyelenggarakan Rapat Kerja II (Raker II) di Hotel Arayanna Trawas. Kegiatan Sabtu-Minggu (8-9/11) ini dibuka Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto H. Abdul Mukhid, SH, didampingi Ketua PC Muslimat NU Hj. Aslikhatul Mahmudah, S.Pd, M.Pd, dan dewan pakar Hj. Shofiyah Hanna Lc.
Raker II tahun ini diikuti oleh jajaran pengurus cabang, pimpinan anak cabang, serta para pengurus PC Muslimat NU se-Kabupaten Mojokerto. Tema yang diusung yakni Penguatan Perempuan Sadar Hukum Memperkuat Identitas Bangsa Menuju Peradaban Dunia. Yakni, dengan agenda penting berupa penguatan kelembagaan, pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslimat NU, serta pemberdayaan perempuan dan anak.
Dalam kesempatan itu, Ketua PC Muslimat NU Hj. Aslikhatul Mahmudah bersyukur atas kekompakan para pengurus yang antusias mengikuti salah satu agenda wajib organisasi, yaitu merancang program kerja. Raker ini telah berhasil menggagas program dan menuangkan hasil pemikiran jajaran pengurus untuk ditindaklanjuti. ’’Kita akan kawal bersama hasil raker ini sebagai referensi acuan program untuk keberhasilan dan kejayaan Muslimat NU Kabupaten Mojokerto,’’ tuturnya.
Sejumlah materi yang disampaikan yakni Pembentukan Kelompok Keluarga Sadar Hukum dan Pos Bantuan Hukum yang disampaikan oleh Inge Meylinda Wiyana, S.H dari Bagian Hukum Pemkab Mojokerto, dengan moderator Dr. Hj. Noer Saudah, S.Kep.Ns., M.Kes. Dilanjutkan dengan materi II tentang Pendampingan Hukum Perempuan dan Anak oleh Bapak Kholil Askohar, ST, SH. Materi yang lain Aktualisasi Paralegal yang disampaikan oleh para calon paralegal Lilik Maslamah, M.Pd. I, Trisya Widiastutik, S.Pd, M.Pd, juga hadir Ketua LPBH NU Kabupaten Mojokerto Fasichatus Sakdiyah dimoderatori oleh Nur Khofifah. ’’Materi ini menjadi pengantar bagi pembentukan LBH Muslimat NU sebagai langkah konkret mendukung akses keadilan bagi perempuan dan masyarakat kecil,’’ ujarnya.
Sesi inti Raker II dengan agenda rapat kerja bersama seluruh pengurus cabang dan anak cabang Muslimat NU Kabupaten Mojokerto. Forum ini membahas realisasi program kerja dan laporan keuangan, sosialisasi PD-PRT Muslimat NU, Rencana Pembentukan Duta Stunting Muslimat NU Kabupaten Mojokerto termasuk peningkatan peran Muslimat di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan hukum. ’’Acara juga menetapkan langkah strategis dengan terbentuknya tim sembilan yang akan menyiapkan pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslimat NU Kabupaten Mojokerto,’’ tambahnya.
Simbol Soliditas dan Pengabdian Raker II ini juga menampilkan kekompakan anggota melalui penggunaan seragam khas setiap sesi: batik koin, batik Muslimat, kaos olahraga, dan baju hijau kawung. Semangat kebersamaan dan profesionalitas Muslimat NU tampak dalam seluruh kegiatan, dari forum diskusi hingga sesi spiritual. ’’Saya berharap program yang sudah dirancang dan disepakati benar-benar dapat kita wujudkan atau direalisasikan dengan baik serta sesuai dengan harapan organisasi hasil raker. Semoga Muslimat NU Kabupaten Mojokerto bertambah jaya dan memberikan yang terbaik khidmah kepada NU,’’ tutupnya. (bas/fen)
Editor : Hendra Junaedi