Sementara itu, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini juga menjadi perhatian kepolisian. Khususnya di jalur-jalur wisata yang biasa menjadi jujukan wisatawan dari berbagai daerah. Selain mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehatian-hatian, polisi juga akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di jalur alternatif Pacet-Cangar jika terjadi hujan deras dan berpotensi menimbulkan longsor atau pohon tumbang.
”Prinsip kami dari kepolisian adalah keselamatan yang paling utama,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto tadi malam. Dia menegaskan, insiden tanah longsor yang mengakibatkan sepuluh korban jiwa pada Kamis (3/4) lalu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Di mana longsor yang terjadi di kawasan Coban Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, itu menyisakan pilu bagi keluarga. Termasuk merusak infrastruktur jalan dan memutus jalur penghubung Mojokerto dengan Kota Batu tersebut.
Sehingga, lanjut dia, jika terjadi cuaca ekstrem dan hujan deras di jalan wisata yang memasuki kawasan Tahura R. Suryo ini, pihak kepolisian untuk semantara waktu akan menerapkan pengalihan arus. ”Semoga kejadian itu tidak terjadi lagi. Makanya, ketika nanti terjadi hujan deras dan cuaca ekstrem, kami dari kepolisian akan menutup dan mengalihkan jalur untuk sementara. Ini semata demi keselamatan semuanya,” paparnya.
Di samping kewaspadaan bagi wisatawan dan pengguna jalan, Ihram juga meminta masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana alam untuk selalu waspada dan berhati-hati. Salah satunya meningkatkan mitigasi kebencanaan bila memang terjadi hujan deras dengan waktu yang cukup lama dan berpotensi menyebabkan bencana. Seperti longsor, banjir, atau pohon tumbang. ”Sosialisasi ini sudah kami lakukan melalui apel kesiapsiagaan bencana. Dengan demikian warga tinggal di kawasan rawan bencana, seperti Pacet, Trawas, dan Gondang, untuk selalu waspada dan hati-hati,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi