Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Satpol PP Pantau Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, Cari Pengamen Peminta Barang Dagangan

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 4 November 2025 | 15:10 WIB

 

KAMBUH LAGI: Petugas Satpol PP Kota Mojokerto mendatangi PKL yang berjualan di Jalan Citra Surodinawan Estate (CSE), Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (25/9) lalu.
KAMBUH LAGI: Petugas Satpol PP Kota Mojokerto mendatangi PKL yang berjualan di Jalan Citra Surodinawan Estate (CSE), Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (25/9) lalu.

 KOTA - Keluhan pedagang Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, terhadap aktivitas pengamen yang kerap meminta barang dagangan direspons satpol PP. Aparat penegak perda tersebut kini tengah mencari sosok para pengamen yang meresahkan itu.

Kemarin (3/11), petugas Satpol PP Kota Mojokerto langsung turun tangan melakukan pemantauan di pasar. Petugas juga mencari ciri-ciri pengamen yang disebut meminta barang tatkala tak diberi uang. ’’Kami tindak lanjuti, dipantau teman-teman opsus (operasi khusus). Kami cari juga mereka biasanya beroperasi jam berapa, gerombolan atau sendirian,’’ kata Kasi Operasional Satpol PP Mulyono.

Salah satu pedagang, AF, 33, mengatakan, pengamen yang kerap meminta barang berjumlah dua orang atau lebih. Mereka biasanya beraktivitas pagi hari antara pukul 07.00 sampai 09.00 dan sore hari. ’’Kalau sore biasanya nunggu kalau sudah tidak panas baru keliling,’’ ucapnya, kemarin (3/11).

AF mengatakan, tak semua pengamen meminta barang yang dijual pedagang saat tak diberi uang. Meski sosoknya berganti-ganti, para pengamen saling kenal. Jumlah mereka pun selalu berlipat lebih banyak saat Jumat. ’’Kalau hari Jumat orang ngamen dan ngemis dari pagi sampai sore tidak berhenti,’’ tuturnya.

Keberadaan pengamen membuat pedagang risih. Meski mengaku tak keberatan, AF terganggu karena ada kalanya mereka beraktivitas tanpa memedulikan pembeli dan situasi jualan. ’’Kadang baru melayani satu pembeli, yang ngamen sudah dua orang. Kadang lagi ada pembeli terus ada yang ngamen, itu bikin risih. Takutnya nanti orang-orang tidak mau ke Pasar Tanjung Anyar karena banyak pengamennya,’’ keluh pemilik kios sembako tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pedagang di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, diresahkan dengan aktivitas pengamen yang kerap meminta barang dagangan ketika tak diberi uang. Barang yang mereka ambil bervariasi, seperti seperti bawang satu bonggol, tomat empat biji, sejumput cabai, hingga satu papan tempe.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang keberatan. Pasalnya, penjaga lapak yang bekerja pada juragan harus ganti rugi karena dagangannya diambil pengamen secara cuma-cuma.

Menanggapi keluhan itu, Kepala UPTD Pasar Tanjung Anyar Dadang Agus Priyambodo mengatakan, bakal melakukan pengecekan ke lapangan. ’’Akan kita cek ke lapangan dan akan kita koordinasikan dengan instansi terkait, karena kita tidak memiliki tenaga keamanan untuk ketertiban,’’ ujarnya, Minggu (2/11).

Menurutnya, aktivitas pengamen meminta barang sudah menjadi fenomena di pasar tradisional dan tidak terjadi setiap hari. Dirinya berdalih pedagang yang merasa dipaksa enggan melapor sehingga sulit ditindaklanjuti. ’’Karena semua perlu dibuktikan kebenarannya dan kebanyakan pedagang tidak bersedia untuk memberi kesaksian,’’ tuturnya. (adi/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pasar tanjung anyar kota mojokerto #pengamen ambil sembako #keluhan pedagang #pengamen palak pedagang pasar #pengamen meresahkan #satpol pp kota mojokerto