DLH Uji Laboratorium Air dan Gumpalan Buih
KABUPATEN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menelusuri dugaan pencemaran limbah di Sungai Sumber Pasinan (bukan Sungai Balongmasin seperti diberitakan sebelumnya) di Dusun/Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. Sejumlah sampel diambil dari lokasi kini tengah dilakukan uji laboratorium oleh pemda.
’’Saat ini masih kita lakukan tes (uji laboratorium) dan asesmen,’’ ujar Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, kemarin. Sampel air hingga gumpalan buih dari sungai yang tercemar tersebut saat ini tengah menjalani serangkaian pengujian di UPTD Laboratorium DLH Kabupaten Mojokerto.
Data dan hasil uji laboratorium tersebut bakal rampung dalam waktu dekat. ’’Nanti kita ukur dari banyaknya indikator air tidak memenuhi baku mutu. Selain dari fisiknya juga dari kandungan kimianya, seperti kadar detergen, nitrit, nitrat atau phosphat,’’ urainya.
Mantan Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto ini menerangkan, hasil uji lab ini nantinya bakal dijadikan landasan pemda untuk mengambil keputusan penanganan lanjutan. ’’Kalau setelah data dan hasil uji lab muncul dan hasilnya tercemar, akan kita telusuri sumber limbah ini dari mana,’’ tandas Rachmat.
Pihaknya menambahkan, sejauh ini gumpalan busa putih menunjukan indikasi awal sungai tercemar limbah detergen. Petugas DLH juga telah meninjau lokasi dan mengambil sampel secara acak.
Sebelumnya, aliran Sungai Sumber Pasinan di Dusun/Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, dipenuhi buih putih sejak sekitar sepekan terakhir. Busa yang menggumpal tinggi bak salju ini, mengindikasikan aliran sungai tercemar limbah. Meski sejauh ini belum ada warga terdampak, fenomena ini belakangan telah terjadi dua kali. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi