Isi Pertalite Berujung Mbrebet, Warga ’’Dipaksa’’ Pakai Pertamax
KOTA - Keluhan warga terhadap bahan bakar diduga campuran etanol semakin meluas ke Mojokerto. Sejumlah pemilik sepeda motor mengaku kendaraannya mendadak mbrebet, kehilangan tenaga, dan pengapiannya tidak stabil setelah menggunakan bahan bakar jenis Pertalite.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, pada Senin (27/10) tercatat 18 sepeda motor yang mengalami gangguan serupa. Sementara, Selasa (28/10), tambahan 13 motor kembali masuk ke bengkel Tri Star Motor di Jalan Kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto dengan keluhan identik.
Pemilik bengkel, Robi Samapta, menyebut rata-rata motor yang masuk adalah keluaran terbaru dengan sistem injeksi modern. Itu setelah pengguna motor mengisi BBM jenis Pertalite baik di pom bensin kawasan Kota dan Kabupaten Mojokerto. ’’Gejalanya hampir sama semua. Mesin brebet, busi kotor, pembakaran tidak sempurna, dan bahkan baunya bensin beda. Lebih menyengat dan cepat menguap,’’ ujarnya di bengkelnya, Selasa (28/10) siang.
Menurut Robi, pemeriksaan teknis menunjukkan pembakaran di ruang mesin berubah warna kehijauan, sementara dinding ruang bakar meninggalkan residu halus menyerupai bedak. ’’Itu tanda bahan bakar tidak terbakar sempurna. Etanol punya kadar air tinggi, jadi kalau sistem injeksinya tidak disetel ulang, bisa ganggu pengapian,’’ jelasnya.
Beberapa pengguna juga melaporkan asap putih kehijauan keluar dari knalpot sesaat setelah mesin dihidupkan. ’’Banyak yang panik, dikira olinya bocor. Padahal itu sisa pembakaran etanol yang nggak tuntas,’’ tambah pria 38 tahun ini.
Ia memperingatkan, efek jangka panjangnya bisa fatal. Komponen busi cepat rusak, elektroda aus, ruang bakar mudah korosi, dan injektor berpotensi mampet. ’’Kalau dibiarkan terus pakai BBM ini, mesin bisa cepat jebol,’’ tegasnya.
Sebagai solusi, Robi menyarankan pengguna segera mengganti bahan bakar ke Pertamax, menguras tangki, serta mengganti busi baru. ’’Setelah diganti, performa motor langsung pulih. Tarikan enteng lagi dan suara mesin halus,’’ katanya.
Salah satu pengguna, Ari, 29, warga Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto mengaku motornya langsung normal setelah tangki bensin dikuras. ’’Kemarin sempat parah banget, jalan sedikit mbrebet. Setelah diganti busi dan kuras bensin, langsung normal,’’ ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina atau instansi teknis terkait dugaan pengaruh campuran etanol terhadap kinerja mesin. Namun, mekanik di lapangan sepakat, bahan bakar beroktan tinggi tanpa campuran air adalah pilihan paling aman untuk mesin injeksi modern. ’’Kalau yang jenis Pertalite akhir-akhir ini terlihat oktannya rendah jadi mempengaruhi pembakaran,’’ tandas Robi. (rif/fen)
Editor : Hendra Junaedi