PERAYAAN Hari Ulang Tahun ke-44 Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Dawarblandong Mojokerto Minggu (26/10) berlangsung meriah. Tak hanya umat Kristen, ratusan warga lintas umat beragama turut bergembira bersama di halaman gereja menikmati sajian campursari, wayang kulit serta hiburan lawak Kirun yang menghibur ratusan pengunjung.
Galih Fendi Cristianto, pendeta setempat mengatakan, perubahan usia 44 tahun ini menandai berdirinya GKJW Dawarblandong ini secara mandiri. Di mana, GKJW Dawarblandong telah menjadi gereja induk di kawasan Dawarblandong, yang sebelumnya berinduk ke Kabupaten Mojokerto. ’’Tetapi untuk berdirinya GKJW Dawarblandong ini ya sudah cukup lama,’’ ungkap pendeta muda tersebut.
Acara diawali dengan doa bersama didalam gereja. Lalu, seluruh warga berkumpul bersama di halaman luar bersama menikmati beragam penampilan hiburan. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Agung GKJW Pendeta Natael Hermawan Prianto. ’’Kami sangat gembira atas kekompakan seluruh warga jemaat GKJW Dawarblandong serta menjalin kerukunan antarumat beragama,’’ paparnya.
Setelah seremonial, acara dilanjutkan dengan hiburan lawak Cak Kirun Cs. Pelawak kondang asli Madiun tersebut mengajak penonton bernyanyi bersama dan memberi petuah untuk terus menjaga persatuan dengan dasar cinta, atau katresnan dalam Bahasa Jawa, meski berbeda agama tetapi kita saling menjaga dan membantu sesama.
Hingga menjelang tengah malam, acara pun dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Makutoromo, Ki Dalang Purnawan Taruna Aji mengatakan, Wahyu Makutoromo merupakan cerita tentang kaluhuran, jika orang ingin menerima wahyu harus melalui Cinta Kasih atau Katresnan sesuai dengan tema besar HUT GKJW Dawarblandong ke 44 tahun ini, yakni Katresnan. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi