Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Antisipasi Banjir Luapan saat Musim Hujan, Pemkab Mojokerto Upayakan Peninggian Tanggul Kali Lamong

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:35 WIB
RAWAN MELUAP: Aliran Kali Lamong di sekitar Jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan, Dawarblandong, yang akan tanggulnya akan ditinggikan, kemarin (26/10).
RAWAN MELUAP: Aliran Kali Lamong di sekitar Jembatan Talunbrak, Desa Talunblandong, Kecamatan, Dawarblandong, yang akan tanggulnya akan ditinggikan, kemarin (26/10).

 DAWARBLANDONG - Ancaman banjir langganan akibat luapan Kali Lamong di Kecamatan Dawarblandong diantisipasi Pemkab Mojokerto. Salah satunya dengan meninggikan tanggul di Desa Talunblandong yang menjadi titik rawan banjir.

 Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman mengatakan, pihaknya berkoodinasi dengan BBWS Bengawan Solo selaku pengelola Kali Lamong terkait antisipasi banjir. Khususnya terhadap titik yang paling rawan mengalami luapan di Desa Talunblandong.

 Bentuk penanganan oleh pemkab itu antara lain berupa pembersihan aliran sungai serta peninggian tanggul. ’’Kita rencana akan melakukan penanganan dengan pembersihan dan peninggian tanggul di titik rawan meluapnya air di Desa Talunblandong, di hulu Jembatan Talunbrak,’’ jelasnya, kemarin (26/10).

 Selama ini kawasan tersebut kerap meluap karena aliran sungai tersumbat sampah yang tersangkut tiang jembatan. Kini setelah jembatan baru dibangun, potensi banjir dapat diminimalkan. Kendati demikian, kondisi tanggul yang terlalu rendah akan ditinggikan agar permukiman warga terhindar dari risiko bencana.

 Rois menyatakan, upaya antisipasi banjir di wilayah ujung utara Kabupaten Mojokerto ini dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. ’’Kita sesuaikan penanganan yang efektif dengan menyesuaikan kemampuan anggaran,’’ tandasnya.

 Seperti diberitakan sebelumnya, banjir luapan Kali Lamong langganan terjadi setiap musim hujan. Khsususnya saat awal musim. Wilayah yang sering terdampak antara lain Desa Talunblandong, Pulorejo, dan Banyulegi. Kondisinya yang dangkal dan menyempit menjadi salah satu penyebab sungai tak mampu menampung derasnya debit air. 

Terlebih, selama dua tahun terakhir, tak ada kegiatan normalisasi di Kali Lamong. Sedimentasi anak Sungai Bengawan Solo tersebut terakhir dikeruk pada 2023 silam. Dan, hingga kini, BBWS pun belum merencanakan kegiatan normalisasi. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Tanggul Air #peninggian drainase #dawarblandong mojokerto #kali lamong #antisipasi banjir