Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dua Tahun Kali Lamong di Mojokerto Tak Pernah Dinormalisasi

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:40 WIB

DANGKAL: Sejumlah anak bermain air di aliran Kali Lamong, Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, kemarin (21/10).
DANGKAL: Sejumlah anak bermain air di aliran Kali Lamong, Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, kemarin (21/10).
 

 DAWARBLANDONG – Kali Lamong di wilayah Kecamatan Dawarblandong rawan meluap akibat mengalami pendangkalan. Aliran sungai tersebut sudah dua tahun tak dinormalisasi oleh BBWS Bengawan Solo selaku pengelola daerah aliran sungai.

 Pendangkalan itu antara lain terpantau dari aliran Kali Lamong yang melintasi jembatan perbatasan Mojokerto-Gresik di Dusun Beru, Desa Pulorejo, kemarin (21/10). Selain kondisinya yang dangkal, anak sungai Bengawan Solo tersebut juga mengalami penyempitan. 

Menjelang musim penghujan ini, aliran sungai masih surut setelah kemarau selama berbulan-bulan. Bahkan, beberapa titik sedimentasi sungai muncul ke permukaan. Kondisi itu dimanfaatkan sejumlah anak untuk bermain air di sungai. Mereka asyik mandi di aliran yang debitnya landai.

 Minimnya debit Kali Lamong berbanding terbalik saat musim penghujan. Aliran sungai biasanya penuh hingga menyentuh lahan pertanian di sekitarnya. Tak jarang pula peningkatan debit air memicu banjir luapan. 

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman menyadari risiko tersebut. Karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah penanganan sungai untuk mengantisipasi banjir. ”Kami rencana akan melakukan penanganan di titik rawan meluap air, terutama di Desa Talunblandong,” katanya, kemarin (21/10). 

Penanganan darurat itu dilakukan mengingat Kali Lamong berada di bawah kewenangan BBWS Bengawan Solo. Karena itu, intervensi dari pemkab juga dilakukan melalui koordinasi dengan lembaga yang dinaungi Kementerian PU itu. ”Kami lakukan penanganan sambil koordinasi terus dengan BBWS Bengawan Solo,” tandasnya. 

Menurut Rois, pemeliharaan aliran sungai dengan normalisasi terakhir dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo pada 2023. Selama dua tahun ini, tak ada lagi pengerukan. ”Program dari BBWS Solo untuk normalisasi terakhir 2023,” imbuh dia. 

Sehingga, tak heran jika aliran sungai tersebut kini mengalami pendangkalan. Berdasarkan catatan, Kali Lamong kerap memicu banjir luapan. Bencana itu paling banyak terjadi saat awal musim penghujan. Daerah yang langganan banjir antara lain Desa Banyulegi, Pulorejo, dan Talunblandong. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#rawan banjir #normalisasi aliran sungai #dawarblandong mojokerto #kali lamong #Pendangkalan