Tertimpa Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
KOTA - Angin kencang yang menerjang Kota Mojokerto pekan lalu menyisakan banyak kerusakan. Salah satunya ornamen Taman Benteng Pancasila (Benpas) di Jalan Benpas yang hancur akibat tertimpa pohon tumbang.
Pantauan di lokasi kemarin (15/10), kerusakan itu meyasar sejumlah ornamen bergaya Majapahitan. Di antaranya dua pilar ulir ambruk. Bangunan hiasan dari batu bata merah itu hancur karena tertimpa pohon besar yang ambruk saat angin kencang, Rabu (8/10) lalu. ’’Kocar-kacir semua kena angin,’’ ucap Yudi, salah seorang pengunjung.
Jejak kerusakan itu masih tampak jelas. Batang-batang pohon yang baru dipotong masih tergeletak di tempat. Demikian pula dengan pilar yang hancur belum dibersihkan. Selain merusak pilar, ornamen tembok batu bata di sisi barat taman juga koyak. Tembok di sudut area parkir itu remuk setelah pohon di dekatnya ambruk. ’’Iya, kena pohon tumbang itu,’’ tutur Wahyu, warga lainnya.
Sebelumnya, penanganan pohon tumbang akibat angin kencang pekan lalu masih dilakukan oleh tim reaksi cepat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto. Evakuasi dilakukan secara bergiliran mengingat banyaknya titik pohon tumbang dan minimnya peralatan serta personel. ’’Setiap hari ada penanganan, setelah dari Taman Benpas, kami akan tangani pohon di Sungai Sadar,’’ kata Gandhi, petugas DLH, Selasa (14/10).
Untuk diketahui, Taman Benpas dibangun secara bertahap pada 2020 dan 2021. Proyek dikerjakan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari bank milik daerah dengan nilai kontrak Rp 1.299.000.000. Taman tersebut didesain menjadi ruang terbuka hijau dan tempak bermain anak dengan asistektur Majapahitan. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi