KOTA - Dampak angin kencang yang melanda kawasan Mojokerto Raya pada Rabu (8/10) sore lalu masih menyisakan sejumlah persoalan. Hingga Jumat (10/10) siang, beberapa pohon berukuran besar masih tampak roboh dan menutup aliran Sungai Sadar di kawasan Tropodo, Kota Mojokerto.
Setiawan, salah satu warga setempat, mengeluhkan lambannya penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto. ’’Kejadian sudah sejak Rabu lalu, tapi sampai Jumat ini pohon yang menutup aliran sungai belum juga ditangani oleh BPBD,’’ ujarnya.
Warga khawatir, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, luapan air sungai bisa menggenangi permukiman ketika hujan kembali turun. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi pada Jumat siang menunjukkan, penanganan justru dilakukan oleh sejumlah petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dengan jumlah personel terbatas, petugas tampak memotong dan membersihkan batang pohon tumbang yang menutup aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mojokerto, Ganesh Pressiantantra, mengakui pihaknya belum turun langsung menangani pohon tumbang di Sungai Sadar. ’’Kami masih akan berkoordinasi lebih dahulu dengan DLH,’’ terangnya.
Diketahui, di kawasan Kota Mojokerto puluhan pohon tumbang akibat angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (8/10) sore lalu. Selain menganggu aktivitas masyarakat, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Jaringan PLN dan telekomunikasi turut terdampak. (fan/fen)
Editor : Hendra Junaedi