Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pohon di Kompleks Petirtaan Jolotundo Dikepras

Martda Vadetya • Rabu, 8 Oktober 2025 | 15:50 WIB

DIKEPRAS: Pohon di atas kompleks Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, dipangkas menjelang musim penghujan.
DIKEPRAS: Pohon di atas kompleks Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, dipangkas menjelang musim penghujan.
 

Antisipasi Potensi Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem

 TRAWAS - Antisipasi dampak cuaca ekstrem dilakukan pengelola wisata Petirtaan Jolotundo di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas. Sejumlah pohon mulai dipangkas di masa pancaroba saat ini. Tujuannya tak lain untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan sekaligus menjamin keamanan pengunjung. ”Sementara ini ada dua pohon di area atas candi yang di-pruning. Termasuk pohon di dekat museum karena sudah kena atap,” ujar Pengurus LMDH Seloliman Suwarno, kemarin (7/10).

 Ia menjelaskan, pemangkasan pohon kali ini dilakukan bertahap selama dua hari sejak Senin (6/10). Seluruh elemen pengelola wisata Petirtaan Jolotundo berikut Perhutani dilibatkan. Mulai dari tahap inventarisir kondisi pohon di penjuru kompleks, hingga akhirnya dilakukan pengeprasan. Sejumlah pohon di sepanjang akses jalan menuju petirtaan peninggalan era Prabu Airlangga dari Kerajaan Kahuripan ini turut dicek. ”Termasuk pohon-pohon di sekitar jalan, kita cek satu per satu. Mana yang layak di-pruning dahulu,” sebutnya.

 Langkah ini dilakukan pengelola wisata untuk meminimalisir risiko pohon tumbang saat terjadi cuaca esktrem di kawasan Gunung Penanggungan. ”Setiap menjelang musim hujan kita lakukan pruning ini untuk mengantisipasi pohon tumbang,” tutur Suwarno. Sebab, Wisata Petirtaan Jolotundo punya catatan insiden pohon tumbang. Salah satunya pada Pada 14 November 2021 silam. Pohon jenis kadutan berdiameter sekitar 80 cm di kompleks Petirtaan Jolotundo tumbang. Tepat setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Trawas. Batang pohon roboh menimpa warung kopi di bawahnya. Akibatnya, 3 orang wisatawan dinyatakan tewas, sementara 3 luka berat, dan 2 korban luka ringan. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pengelola wisata #trawas mojokerto #dampak cuaca ekstrem #Petirtaan Jolotundo Mojokerto #pohon dipangkas #desa seloliman