KOTA - Perawatan Taman Bahari Mojopahit (TBM) di kawasan Jembatan Rejoto, Kota Mojokerto, tampaknya perlu ditingkatkan. Pasalnya, baru dua bulan diperbaiki, gazebo di kompleks bakal wisata yang menelan anggaran puluhan miliar itu kembali rusak.
Kerusakan berulang tersebut menyasar bagian tangga gazebo yang berdiri di area taman terbuka sebelah timur Jalan Pulorejo-Blooto. Kemarin (6/10), fasilitas tangga berbahan kayu tampak mengalami rontok dan kondisinya berantakan. ’’Sudah beberapa hari ini rusak, dibiarkan begitu saja,’’ kata Putra, salah seorang pengunjung di lokasi.
Bagian bangunan serupa pernah mengalami kerusakan pada Juli lalu. Saat itu, tangga kayu dengan dua undakan untuk naik ke panggung gazebo ambrol. Tinggal satu penyangga yang tersisa, sedang satu penyangga lainnya dan papan undakan hanya teronggok di kolong gazebo.
Kerusakan yang menyasar satu dari total empat bangunan gazebo itu sempat diperbaiki. Tangga tampak telah terpasang kembali. Namun, dua bulan berlalu, fasilitas tersebut lagi-lagi rusak. ’’Kalau rusak lagi begini ya harusnya diganti, kalau hanya dipasang lagi nanti bisa rusak lagi terus,’’ tuturnya.
Diketahui, proyek TBM di Kecamatan Prajurit Kulon bergulir sejak 2023 hingga sekarang. Kawasan yang digadang-gadang jadi objek wisata bahari ini sudah menghabiskan dana sedikitnya Rp 27,7 miliar yang bersumber dari DAK dan APBD. Rinciannya Rp 15,7 miliar untuk tahap pertama dan Rp 12 miliar di tahap berikutnya. Proyek meliputi pembangunan gedung, menara pandang, gazebo, stan kuliner, area parkir, lanskap, kios, hingga pengadan 15 perahu susur Sungai Ngotok.
Dana itu di luar pembangunan pujasera berbentuk kapal Majapahit dengan dana Rp 2,5 miliar dan pembangunan Jalan Ir. Soekarno yang menguras duit Rp 5,26 miliar. Keduanya sama-sama menggunakan APBD 2023. Proyek kapal belakangan menyeret tujuh tersangka dalam perkara korupsi karena diduga tak sesuai spesifikasi. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi