Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Toilet Taman Kehati di Jalan Raya Ijen Digembok

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:00 WIB

 

TAK TERPAKAI: Toilet Taman Kehati di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, dalam kondisi terkunci, kemarin (2/10).
TAK TERPAKAI: Toilet Taman Kehati di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, dalam kondisi terkunci, kemarin (2/10).
 

Air Keruh, Kloset Kotor, hingga Pembalut Tercecer

 KOTA – Fasilitas umum (fasum) di area taman Kota Mojokerto masih berfungsi setengah-setengah. Seperti fasilitas toilet Taman Kehati di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, yang kemarin (2/10) justru digembok rapat. Kondisi tersebut dikeluhkan para pengunjung taman yang berada di sudut persimpangan Jalan Raya Ijen dan Jalan Ronggo Lawe itu. Mereka mengaku harus pergi ke minimarket terdekat lantaran fasilitas toilet taman tak bisa digunakan.

 ”Tidak bisa dipakai wong dipagar gembok gitu, kalau mau ke kamar mandi di Alfamart seberang jalan itu,” kata Putri, salah seorang pengunjung, kemarin (2/10). Dari pantauan di lokasi, akses masuk ke bangunan toilet ditutup dengan pagar besi. Pagar tersebut tak bisa dibuka lantaran dikunci dengan gembok. Padahal, fasilitas di toilet itu tampak cukup lengkap, karena dilengkapi sejumlah wastafel dan beberapa bilik kamar mandi. 

Namun, fasilitas itu percuma lantaran tak dapat dipakai pengunjung. Seorang penjaga taman yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, toilet taman sengaja digembok. Kuncinya dibawa oleh tukang bersih-bersih yang kebetulan tak masuk. ”Kuncinya dibawa dia, saya hanya menggantikan, jadi tukang sapu dan jaga,” ujarnya di lokasi. 

Menurutnya, ditutupnya toilet bukan tanpa alasan. Fasum tersebut memang hanya dibuka ketika petugas di tempat untuk menjaga kebersihan. Dia menyebut, tak jarang ditemukan kasus kloset dibiarkan kotor setelah dipakai pengunjung hingga sampah-sampah yang dibuang sembarangan. ”Sering sekali habis pakai tidak disiram, terus ada sampah popok, pembalut, begitu kececeran,” tandas dia.

 Di samping itu, alasan lainnya air yang keluar juga tak jernih. Kondisi air yang kotor tersebut membuat pengunjung jarang menggunakan toilet dan lebih memilih pergi ke minimarket di sekitar taman. ”Airnya kuning,” imbuh dia. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#toilet #air keruh kotor dan berwarna #taman kehati #fasilitas umum #taman kota #Kota Mojokerto