MOJOKERTO RAYA - Menginjak bulan Oktober, wilayah Mojokerto Raya kini memasuki masa pergantian musim atau pancaroba. BMKG mengimbau agar masyarakat mewaspadai meningkatnya potensi cuaca ekstrem hingga penghujung bulan.
’’Untuk musim hujan saat ini cenderung normal, masuk periode Oktober 2025 sampai April 2026,’’ ujar Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya, kemarin. Praktis, musim hujan di Mojokerto kali ini tidak terkategori lebih awal maupun lebih lambat. Datangnya musim hujan tak lepas dari adanya siklus hidrologi tahunan.
Hingga adanya angin monsun barat yang bertiup dari benua Asia membawa uap air ke wilayah Nusantara. Dengan begitu, hujan bakal lebih sering terjadi ketimbang sepanjang musim kemarau. ’’Sesuai prakiraan, untuk wilayah Mojokerto hujan mulai intens pada pekan ketiga bulan Oktober,’’ ungkap Andrie.
Masa peralihan musim ini, lanjutnya, bakal dibarengi dengan adanya potensi cuaca ekstrem. Sehingga, terjadinya bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, hujan lebat hingga puting beliung diproyeksi bakal bergejolak di tengah masa pancaroba. ’’Kami mengimbau supaya masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di luar ruang. Seperti tidak berteduh di bawah pohon atau reklame saat hujan lebat,’’ pungkasnya. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi