KABUPATEN - Porsi batu masih membayangi persiapan haji Kabupaten Mojokerto. Ini setelah kemenag kembali menemukan 402 porsi haji tak bertuan itu muncul di kuota keberangkatan tahun 2026 nanti. Penyisiran faktual terus digencarkan petugas guna memastikan jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan berangkat ke Tanah Suci Mei 2026 nanti.
Data yang dihimpun, ratusan porsi batu tersebut mengendap sejak tahun 2015. Ratusan porsi itu berasal dari pendaftaran di tahun 2008 hingga 2011. Masing-masing 15 porsi pada tahun 2008, 97 porsi di tahun 2009, 107 porsi di tahun 2010, dan 183 porsi di tahun 2011. Untuk memastikan penggunaan porsi itu, kemenag mulai melacak keberadaan pemiliknya.
Sebab, tidak dipungkiri banyak porsi yang nganggur trsebut justru fiktif alias tak tahu tuannya. ’’Porsi batu dan porsi fiktif selalu ada. Maka dari itu, kami melakukan pendataan dan verifikasi data CJH sesuai nama dan alamatnya,’’ ungkap Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Muhibuddin.
Namun Muhib enggan berspekulasi jumlah CJH yang menyatakan siap berangkat ke Baitullah. Selain proses pendataan masih berjalan, potensi adanya penambahan kuota juga masih terbuka. Hal ini yang justru akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi petugas baru yang akan mengurusi layanan CJH, yakni Kementerian Haji dan Umrah. ’’Nanti akan kami sampaikan ke petugas yang baru. Sementara sambil jalan, kami verifikasi data ke lapangan,’’ terangnya.
Hingga saat ini, pelayanan haji terus berjalan di tengah transisi pengelolaan layanan haji dan umrah dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji dan Umrah. Termasuk inventarisir aset dan pegawai oleh tim task force sebulan terakhir. ’’Kami juga menunggu hasil inventarisir tim task force sebelum dialihkan ke lembaga baru,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi