KABUPATEN - Warga Kabupaten Mojokerto mesti berhati-hati selama berkendara di jalan raya. Belakangan ini, sejumlah insiden kecelakaan terjadi. Di antaranya melibatkan armada truk tangki air. Kurun lima hari terakhir setidaknya tiga armada truk terlibat kecelakaan.
Yang pertama, truk tangki air nopol H 8023 BG disopori Tulus, asal Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, celaka saat melintas di jalan Dusun Pacet Made, Desa/Kecamatan Pacet, sekitar pukul 20.40 Sabtu (13/9). Truk tangki warna putih tanpa muatan yang melaju dari arah bundaran Pacet ini mendadak hilang kendali. Di jalan turunan menikung, truk justru bablas menghantam pembatas jalan hingga terjun ke halaman rumah makan Lesehan Meru sekitar tiga meter dari permukaan jalan. Sopir yang terluka langsung dievakuasi ke IGD RSUD Sumberglagah Pacet.
Pada Senin (15/9) sore, truk tangki nopol S 9670 UP tanpa muatan terlibat kecelakaan di Jalan Raya Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Moncong truk ringsek setelah dihantam truk Mitsubishi Fuso nopol AE 8426 AB muatan besi yang tiba-tiba meluncur mundur di jalur menanjak itu. Tidak ada korban dalam kejadian ini.
Diduga kecelakaan dipicu sopir truk fuso yang lupa tarik tuas rem tangan saat berhenti di pinggir jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kedua sopir truk selamat. ’’Truk Fuso berhenti karena sopirnya turun mau tanya alamat,’’ ujar Sarfin Hadi Siswoyo, ketua relawan SESE, Selasa (16/9).
Kecelakaan serupa juga terjadi sekitar pukul 05.15 pada Rabu (17/9). Sebuah truk tangki air mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu. Truk yang melaju dari arah Pacet ini celaka diduga karena sopir dalam kondisi mengantuk. Truk oleng ke kiri sampai menabrak tiang penerangan jalan umum (PJU) dan beton parit di pinggir jalan. Sebelum akhirnya terguling menutup separo badan jalan. Untungnya, sopir yang berkendara sendirian selamat dari maut.
’’Kecelakaan truk tangki ini langsung ditangani Satlantas Polres Mojokerto,’’ ujar Kapolsek Dlanggu AKP Aminun. Praktis, tiga kecelakaan truk tangki ini terjadi tak lepas dari faktor kelalaian manusia. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi