Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sungai TBM Rawan Picu Banjir Luapan

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 10 September 2025 | 16:05 WIB

 

RAWAN BENCANA: Papan peringatan rawan bencana banjir dan longsor di tepi sungai kawasan TBM, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin (9/9).
RAWAN BENCANA: Papan peringatan rawan bencana banjir dan longsor di tepi sungai kawasan TBM, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin (9/9).

Butuh Normalisasi, Terakhir Dikeruk 2024

KOTA - Aliran sungai di sekitar Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, perlu dinormalisasi. Khususnya di aliran sisi selatan yang tahun lalu meluap hingga memicu banjir di kawasan bakal wisata tersebut.

Aliran sungai yang biasa disebut Afvoer Prajurit Kulon itu berasal dari Desa Karangkedawang, Sooko. Sungai melintasi kompleks TBM dan bangunan kapal pujasera lalu mengarah ke Balongcangkring sebelum keluar di pintu air Prajurit Kulon. Pantauan di lokasi kemarin (9/9), aliran yang berada di dekat bangunan kapal tampak penuh dengan tanaman liar.

Air di aliran sungai tersebut juga stagnan, tak bergerak. Meski tanggul sungai cukup tinggi, namun kanal tersebut rawan meluap ketika terjadi banjir di hulu dan hilir. Mengingat kerawanan ini, normalisasi sungai perlu segera dilakukan. ’’Memang diperlukan pengerukan apalagi ini mau musim hujan,’’ kata Agen Informasi Bencana Mojokerto BPBD Jatim Achmad Kurniawan, kemarin (9/9).

TBM sudah pernah diterjang banjir saat musim hujan pada Desember 2024. Kompleks proyek prestisius yang menelan anggaran puluhan miliar itu tergenang air setelah hujan deras selama dua hari. Saat itu banjir juga mengepung permukiman di empat kelurahan sekitar TBM.

Kurniawan menyatakan, potensi banjir luapan perlu dimitigasi. Terlebih di area TBM juga terpasang peringatan risiko tinggi bencana banjir dan longsor. ’’Agar tidak terulang lagi banjir tahun lalu, pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan pengelola sungai supaya ada normalisasi,’’ sarannya.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail menyatakan, Afvoer Prajurit Kulon terakhir dinormalisasi Mei 2024. Pengerukan tersebut dilakukan oleh Dinas PU SDA Jatim sebagai pengelola sungai. ’’Namun ada info terbaru bahwasanya saluran yang dimaksud infonya masuk kewenangan BBWS, masih kami telusuri seharusnya ikut penanganan provinsi atau BBWS,’’ ujarnya, kemarin (9/9).

Basuki mengaku bakal meminta bantuan normalisasi sungai kepada pemilik kewenangan di sungai. Hal itu dilakukan lantaran banjir dapat berimbas di wilayahnya. ’’Kami coba koordinasikan kepada pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan tersebut (normalisasi), agar bisa dibantu untuk melakukan pembersihan dan pengerukan karena efeknya ke wilayah Kota Mojokerto,’’ tandas dia. (adi/fen)

 

  

Editor : Hendra Junaedi
#sungai meluap bikin banjir #Taman Bahari Mojopahit #rawan banjir #rejoto kota mojokerto