Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kekurangan Dapur Ditarget Terbangun Tahun Ini

Rizal Amrulloh • Selasa, 9 September 2025 | 15:05 WIB

 

ASET DAERAH: Lahan yang ditargetkan untuk dibangun dapur SPPG untuk menambah sasaran program MBG di wilatah Kota Mojokerto.
ASET DAERAH: Lahan yang ditargetkan untuk dibangun dapur SPPG untuk menambah sasaran program MBG di wilatah Kota Mojokerto.

KOTA - Kekurangan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah Kota Mojokerto ditargetkan terpenuhi di tahun ini. Selain tujuh dapur mandiri, Badan Gizi Nasional (BGN) juga akan mendirikan tempat produksi yang digulurkan dalam waktu dekat ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, pembangunan dapur SPPG akan segera direalisasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dari tiga titik lokasi yang akan dibangun, kapasitas produksi diperkirakan bisa mencapai 10 ribu paket MBG. ’’Harapannya pembangunan dapur SPPG nanti bisa mencakup sekolah yang belum masuk daftar sasaran,’’ ulasnya.

Sejauh ini, terdapat tujuh dapur SPPG mandiri yang siap beroperasi di bulan ini. Namun, jangkauannya masih menyuplai kurang lebih 21 ribu sasaran. Sehingga, masih dibutuhkan penambahan dapur SPPG yang akan direalisasikan tahun ini. ’’Ada tiga lokasi yang sebelumnya sudah disurvei oleh BGN,’’ tandas pejabat yang merangkap sebagai Plt Sekretaris DPRD Kota Mojokerto ini.

Dengan total sasaran MBG sebanyak 30 ribu peserta didik di semua jenjang sekolah, maka pihaknya optimistis program prioritas nasional ini dapat dipenuhi di tahun ini. Masing-masing akan dibangun di atas lahan aset milik pemerintah daerah yang tersebar di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon, Magersari, dan Kranggan. ’’Mudah-mudahan pembangunannya bisa selesai tahun ini dan bisa langsung dioperasionalkan,’’ pungkas Ruby.

Seperti diketahui, berdasarkan data yang diterima Dikbud Kota Mojokerto, tempat produksi MBG yang sudah beroperasi antara lain dapur SPPG Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Dapur ini menyuplai sebanyak 3.304 sasaran dari 28 lembaga setingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat.

Selain itu, juga dapur SPPG Purwotengah, Kecamatan Kranggan yang memiliki target sasaran mencapai 3.718 siswa. Masing-masing terdiri dari peserta didik dari 4 lembaga PAUD/TK, 5 lembaga SD, 2 lembaga SMP, serta 1 lembaga jenjang SMA.

Berikutnya juga terdapat SPPG Meri, Kecamatan Kranggan yang juga menyediakan paket menu sehat untuk 3.582 siswa. Masing-masing disuplai ke 5 lembaga PAUD-TK swasta, SDN Balongsari I-V, serta SMPN 1 Mojokerto dan SMKN 1 Mojokerto dengan total sasaran mencapai 3.582 siswa.

Di samping itu, kapasitas lebih besar juga dinaungi dapur SPPG Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon. Dalam sekali produksi, sebanyak 3.799 paket MBG disalurkan untuk 186 siswa TK/RA, 917 murid SD, 1.438 pelajar SMP, serta 1.258 murid SMA/SMK.

Sedangkan satu unit lainnya adalah dapur SPPG Wates, Kecamatan Magersari yang sudah lebih awal. Terdapat 13 lembaga dengan dengan jumlah siswa sekitar 3.247 yang mendapatkan alokasi MBG dari dapur yang beroperasi sejak Februari lalu ini. (ram/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Dikbud Kota Mojokerto #Badan Gizi Nasional (BGN) #SPPG #Kota Mojokerto #Makan Bergizi Gratis (MBG)