Pisah dari Rombongan saat Turuni Penanggungan
TRAWAS - Dua pendaki Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto dilaporkan tersesat, Minggu (7/9) siang. Hal ini diketahui setelah salah seorang pendaki melapor ke Call Center 112 Kabupaten Mojokerto.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengungkapkan, salah seorang pendaki bernama Ardi, asal Surabaya, melaporkan dirinya dan rekannya, Deva, tersesat pada pukul 12.37. ’’Kemungkinan pelapor ini tersesat karena terpisah dari rombongannya,’’ ungkapnya, kemarin.
Informasi itu dibagikan survivor dengan menyertakan share location. Hanya saja, lokasi yang dibagikan tidak akurat. Titik lokasi yang dimaksud justru berada di tengah sawah Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas. ’’Setelah kita cek lokasi dan ternyata tidak akurat, kami coba hubungi (pelapor) tapi ternyata sudah tidak bisa,’’ jelasnya.
Praktis, belum diketahui persis keberadan para survivor setelah melakukan laporan darurat. Termasuk lewat jalur pendakian mana mereka registrasi. Terlebih, ada tujuh jalur pendakian menuju Puncak Pawitra yang tersebar di wilayah Mojokerto dan Pasuruan. Meski begitu, Khakim memastikan BPBD bersama pihak terkait terus memantau perkembangan laporan tersebut. ’’Kita juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan untuk sama-sama memantau,’’ tandas Khakim.
Untungnya, sekitar pukul 15.21 kedua pendaki yang sebelumnya melapor tersesat telah teridentifikasi petugas. Keduanya diamankan petugas usai menjujuk pos pendakian via Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro. ’’Kedua pendaki tersesat sudah terkondisikan dengan aman dan dalam kondisi sehat. Sekarang mereka ada di pos Kunjorowesi setelah bertemu dengan rombongan di jalur pendakian,’’ ujar Ketua Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) Watu Kelir Khoirul Anam, terpisah. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi