Alami Penyempitan, Kerap Macet dan Picu Kecelakaan
KOTA - Jembatan Gunung Gedangan di Bypass, Kota Mojokerto, dianggap mendesak untuk dilebarkan. Lebar jembatan yang lebih sempit dari badan jalan kerap memicu kemacetan dan jadi tempat kecelakaan.
Semenjak jalan nasional itu dilebarkan pada 2022 silam, penumpukan kendaraan kerap terjadi di Jembatan Gunung Gedangan yang dekat dengan perlintasan rel kereta api (KA). Penyempitan jalan membuat kendaraan harus melambat karena jembatan di atas Sungai Sadar itu tak ikut dimekarkan. Kondisi tersebut diperparah dengan aspal jalan yang mengalami gelombang di berbagai sisi.
Wahyudi, salah satu warga menyatakan, lebar jembatan semestinya sama dengan jalan. Kondisi yang menyempit tak jarang membuat mobil maupun motor kaget hingga akhirnya memicu kecelakaan. ’’Rata-rata orang luar daerah yang tidak kenal jalan sini tidak tahu kalau jalannya menyempit kan di jembatan ini,’’ ucapnya, Senin (1/9).
Menurutnya, penyempitan yang cukup ekstrem ditambah keberadaan trotoar pada kedua sisi jembatan kian membahayakan pengguna jalan. Pengendara motor yang nekat menyalip truk dari sisi kiri kerap berakhir tragis karena tergelincir. ’’Sering sekali kecelakaan di sini, apalagi aspalnya juga rusak,’’ tandasnya.
Dalam kondisi normal antrean kendaraan kerap terjadi di jembatan. Kondisi ini semakin parah saat kereta api melintas. Ekor kemacetan sudah hampir pasti melewati jembatan. ’’Kalau sudah ada truk mandek gitu, motor sudah susah lewat,’’ imbuh dia.
Lurah Gunung Gedangan Andika Dewantara mengatakan, pihaknya menampung keluhan dari warga mengenai kondisi jembatan. Dirinya juga bakal meneruskan aspirasi tersebut kepada pemilik kewenangan supaya segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Akhmad Yazid menyatakan, jalan nasional Bypass dikelola BBPJN yang berada di bawah kewenangan Kementerian PU. Pihaknya mengaku terakhir kali terlibat rapat soal kondisi jembatan saat pelebaran jalan berlangsung pada 2022 dan dilanjut pada 2023.
Menurut Yazid, saat itu pihak pengelola jalan menyatakan jika pekerjaan hanya menyentuh badan jalan. Karena itu, jembatan tak ikut dilebarkan dan secara otomatis kini menyempit. ’’Yang kami dengar dulu belum ada anggaran untuk jembatan, hanya jalan saja,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi