Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penghuni Rusunawa Kota Mojokerto Mengeluh

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 2 September 2025 | 15:20 WIB

TUAI KELUHAN: Kondisi Rusuwana Cinde di Jalan Cinde Baru, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin (1/9). Fasilitas dan layanan rumah susun tersebut dikeluhkan penghuni.
TUAI KELUHAN: Kondisi Rusuwana Cinde di Jalan Cinde Baru, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin (1/9). Fasilitas dan layanan rumah susun tersebut dikeluhkan penghuni.
 

 WiFi Sudah Sebulan Mati, Kebijakan Bayar Sewa Disoal

KOTA - Layanan Rusunawa Cinde di Jalan Cinde Baru, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, dikeluhkan penghuni. Sudah sebulan ini fasilitas internet WiFi mati. Selain itu, kebijakan batas bayar sewa juga dinilai tak jelas.

Salah seorang penghuni rusun mengatakan, WiFi merupakan salah satu fasilitas yang disediakan pemkot sebagai pengelola. Hanya saja, jaringan internet itu jarang sekali berfungsi normal. ’’Setiap bulan pasti ada masanya mati, bahkan satu bulan terakhir ini sudah mati total, tidak bisa dipakai sama sekali,’’ ujar pria yang tak mau disebutkan namanya itu, kemarin (1/9).

Menurutnya, setiap penghuni ditarik biaya sewa bervariasi sesuai lantai kamar. Penghuni lantai satu membayar Rp 350 ribu per bulan, lantai dua Rp 325 ribu per bulan, lantai tiga Rp 300 ribu per bulan, dan lantai empat Rp 275 ribu per bulan. Tarif itu meliputi biaya sewa kamar dan layanan air. Sedangkan untuk aliran listrik penghuni yang berjumlah sekitar 50 kepala keluarga memasang sendiri dengan meteran token. ’’Kalau WiFi itu apa include biaya sewa atau memang fasilitas gratis dari pemkot kami kurang paham, ini sama dengan WiFi gratis yang dipasang di pos-pos kampling itu,’’ jelasnya.

Hanya saja, fasilitas tersebut tak bisa diandalkan. Selain gampang putus, jaringan internet dari WiFi juga hanya bisa diakses di lorong kamar. ’’Kalau masuk kamar sudah tidak nyambung, padahal tiap lantai ada router-nya,’’ imbuh dia.

Seorang penghuni lain menyebutkan, masalah WiFi hanya satu dari sekian persoalan di rusunawa yang dikeluhkan penghuni. Menurutnya, sudah lama para penyewa mempertanyakan tindakan pengelola ruwunawa yang mematikan listrik ketika telat bayar uang sewa.

Masalahnya, lanjutnya, batas waktu pembayaran yang ditetapkan setiap akhir bulan berjalan tak jelas tanggalnya. ’’Bisa tanggal 25, tanggal 27, jadi tidak pasti,’’ ucapnya. Tindakan mematikan meteran listrik ketika dianggap telat bayar membuat penghuni yang rata-rata masyarakat kurang mampu keberatan. Terlebih, sanksi pengosongan kamar ketika kondisi telat bayar sampai bulan berikutnya.

Dimintai konfirmasi, Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Indra Suryadiansyah tak merespons. Sementara itu, Ketua Paguyuban Penghuni Rusunawa Cinde Erik Andika tak menampik soal keluhan yang disampaikan para penghuni. Dia mengaku sudah sering menerima aduan mengenai listrik dimatikan karena telat bayar sewa hingga WiFi yang mati sebulan ini. ’’Soal keluhan itu kami kembalikan ke Dinas PUPR, bagaimana tanggapannya, karena rusunawa ini kewenangan mereka,’’ ujarnya, kemarin (1/9). (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#penghuni rusunawa #Pemkot Mojokerto #Wifi lemot #prajuritkulon #Kota Mojokerto #keluhan #rusunawa cinde