Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kemarau Basah, Biaya Tanam Tembakau di Kemlagi Mojokerto Membengkak

Sofan Kurniawan • Senin, 1 September 2025 | 16:00 WIB
DAUN EMAS: Petani tembakau melakukan perawatan terhadap daun di lahan Desa Semampir, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, kemarin (31/8).
DAUN EMAS: Petani tembakau melakukan perawatan terhadap daun di lahan Desa Semampir, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, kemarin (31/8).

KEMLAGI - Menjelang masa panen tanaman tembakau, petani mengeluhkan masih adanya curah hujan yang turun. Adanya hujan selain menyebabkan tanaman rusak sehingga meningkatkan biaya produksi. 

Itu seperti terjadi di kawasan Kemlagi, tepatnya di Desa Semampir yang banyak ditanami tembakau. Di kawasan itu merupakan salah satu sentra petani produksi tanaman yang dijuluki daun emas di utara Sungai Brantas.

Rafi’ah petani stempat mengatakan, tahun ini di kawasan Kemlagi jumlah petani yang menanam tembakau berkurang. Hal itu disebabkan gagal tanam beberapa bulan yang lalu lantaran faktor cuaca yaitu curah hujan yang relatif tinggi.

Adanya curah hujan yang turun pada tengah musim kemarau menjadi salah satu penyebab gagal tanam. Fenomena kemarau basah tersebut amat mengganggu petani tembakau. ’’Tanaman tembakau ini kan jenis tanaman yang tidak bisa menyerap air terlalu banyak. Jika diguyur hujan dua kali saja, maka akan layu dan mati,’’ ungkap Rafi’ah.

Petani setempat mengaku rata-rata telah dua hingga tiga kali gagal tanam dalam kurun waktu musim kemarau ini. Akibatnya, biaya sekali tanam pun membengkak.

Ia menyebutkan kebutuhan awal produksi mulai Rp 2 juta hingga Rp 15 juta. Besaran itu tergantung luas lahan. Jumlah itu belum untuk biaya kebutuhan pupuk. ’’Semoga harga jual tembakau tahun ini bagus seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, kami tidak mengalami kerugian,’’ tutur Rafiah. (fan/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#biaya tanam mahal #petani tembakau #Semampir #kemlagi #kemarau basah