Bermunculan Warung Kontainer yang Berjualan Bebas
KOTA - Pedagang kantin RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, dilanda keresahan. Mereka mengeluhkan munculnya warung-warung container di lingkungan rumah sakit yang terkesan diistimewakan. Pasalnya, pemilik stan dianggap bebas menjual jenis makanan dan minuman serta dipungut biaya sewa lebih murah.
Salah satu pemilik kantin mengatakan, keberadaan kantin selama ini diatur secara ketat oleh manajemen rumah sakit. Salah satunya setiap kios harus menjual item secara khusus dan berbeda satu sama lain. Misalnya, kios yang berjualan minuman tak boleh menjual makanan. ’’Yang jual makanan pun tidak boleh sama jenis masakannya,’’ ucapnya, kemarin (24/8).
Namun demikian, aturan yang dipatuhi para pemilik kantin tersebut menurutnya tak berlaku bagi kios-kios baru. Di antaranya dua stan kontainer yang sekitar tiga bulan terakhir berdiri di area taman sekitaran masjid RSUD. ’’Sudah tempatnya di luar yang disediakan oleh rumah sakit, terus yang dijual sembarang apa saja dan juga bebas merokok. Ini berbeda sekali dengan aturan kantin resmi yang harus jualan jenis khusus dan tidak boleh merokok,’’ beber perempuan tersebut.
Dirinya mengaku sudah berjualan sejak RSUD Wahidin berdiri di Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, pada 2012. Selama ini, dirinya dan para pedagang lain membayar sewa kios sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Dia mengklaim kemunculan stand-stand baru membuat pendapatannya menurun drastis. Bahkan, hanya untuk menggaji tiga karyawan dan bayar sewa pun dia mengaku sudah kesulitan.
Di sisi lain, pemilik warung kontainer seolah-olah mendapat keistimewaan tersendiri. Selain hanya membayar sewa tempat Rp 800 ribu per bulan, letak mereka juga lebih strategis karena dekat dengan area parkir dan akses pembesuk pasien. ’’Mereka buka 24 jam,’’ imbuh dia. Adapun kantin-kantin resmi kebanyakan berdiri di jalur keluar rumah sakit yang tak banyak dijamah pengunjung. ’’Jadi sekarang semakin sepi, sampai ada satu kios yang tutup dan gabung dengan kios lain,’’ tandasnya.
Kabag Humas RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dr Nur Azizah Sri Utami mengatakan, manajemen rumah sakit belum mendengar situasi umek di antara pedagang kantin tersebut. Dirinya meminta penyewa kios kantin yang mengeluh agar menyampaikan langsung ke manajemen atau melalui layanan aduan melalui WhatsApp (WA). ’’Saya belum pernah mendengar atau masuk di nomor WA layanan aduan RS. (Keluhan juga) belum pernah (disampaikan). Jika ada keluhan penyewa kantin silakan ke manajemen atau WA ke layanan aduan saja,’’ tuturnya, kemarin (24/8). (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi