KOTA – Angin kencang dalam dua hari terakhir kemarin dimitigasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto dengan menggencarkan pemangkasan pohon peneduh jalan. Ranting dan dahan yang menutup rambu serta terlalu rimbun dikempras.
Seperti yang berlangsung kemarin (21/8), pemangkasan pohon dilakukan di sepanjang Jalan Pahlawan dan Jalan Raden Wijaya. Menggunakan truk crane, petugas merampingkan pohon-pohon yang berdiri di sepanjang trotoar jalan. ”Kami lakukan pemangkasan pohon yang sekiranya cenderung menutupi lampu PJU (penerangan jalan umum),” kata Kepala DLH Amin Wachid.
Pohon yang terlalu rimbun perlu dipangkas agar tak menutupi penerangan jalan serta rambu-rambu lalu lintas. Selain itu, tak kalah penting perampingan juga untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang akibat angin kencang. ”Kami upayakan juga untuk mitigasi kerawanan pohon,” tandasnya.
Seperti diketahui, angin kencang Rabu (20/8) sore mengakibatkan sejumlah insiden di wilayah Kota Mojokerto. Dua pohon di Lingkungan Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, ambruk. Yang lebih parah, pohon sono berdimater 25 sentimeter juga tumbang di Jalan Benteng Pancasila (Benpas) hingga menimpa bangunan warung di depan kantor Inspektorat Kota Mojokerto. Beruntung insiden itu tak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Adapun empasan angin kencang yang terjadi seiring hujan deras juga mematahkan tiang sambilan listrik di simpang empat Meri, merobohkan reklame gerai Plate Gadget di Jalan Raden Wijaya, serta beberapa reklame sederhana di simpang empat Gatoel. Sebelumnya, pada Selasa (19/8) sore, sebuah pohon besar di Jalan Watudakon, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, juga roboh usai diterjang angin kencang. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi