Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sempat Vakum, Merah Putih Berkibar Lagi di Pawitra

Martda Vadetya • Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:00 WIB
IKONIK: Merah putih sepanjang 1.000 meter berkibar di Puncak Pawitra atau Gunung Penanggungan pada peringatan HUT RI ke-80, Minggu (17/8).
IKONIK: Merah putih sepanjang 1.000 meter berkibar di Puncak Pawitra atau Gunung Penanggungan pada peringatan HUT RI ke-80, Minggu (17/8).

Libatkan hingga 3.500 Orang

TRAWAS - Bendera merah putih sepanjang 1.000 meter kembali berkibar di puncak Gunung Penanggungan, Minggu (17/8). Hal ini seiring digelarnya upacara bendera peringan HUT RI ke-80 oleh para pendaki maupun komunitas pecinta alam di ketinggian 1.600 mdpl tersebut.

Ketua Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) Watu Kelir Khoirul Anam menerangkan, upacara pengibaran bendera di puncak Pawitra ini digelar pukul 07.30. Kegiatan tahun ke-9 ini pun menyedot animo publik hingga peserta upacara mencapai ribuan pendaki dan pecinta alam. ’’Upacara hari kemerdekaan RI pesertanya sekitar 3.000-3.500,’’ ujarnya, Minggu (17/8).

Ia menjelaskan, upacara tahun ini dilakukan di dua titik, yakni di puncak bayangan dan puncak Pawitra. Tim Semanggi Alas didapuk sebagai koordinator upacara di Puncak Bayangan. Sementara Tim Stress Adventure (TSA) mengkoordinir upacara dan pembentangan merah putih sepanjang 1.000 meter di puncak gunung suci era Kerajaan Majapahit tersebut. ’’Alhamdulillah upacara dan pembentangan bendera merah putih 1.000 tetap di Puncak Pawitra hari ini berlangsung lancar dan kondusif,’’ ungkap Khoirul.

Ia mengatakan, kegiatan ini turut di-support pihak Perhutani. Salah satunya melalui di puncak bayangan yang dipimpun Kasi Kesisteman Perhutani Divre Jatim Inugroho Sigit R. sebagai inspektur upacara (irup).  Pun begitu dengan upacara di Puncak Pawitra yang dipimpin KRPH Perhutani Trawas Sukirno. Untuk mengamankan dan menyukseskan pengibaran bendera kali ini, lanjunya, lebih dari 100 personel relawan dilibatkan. Baik dari LPBI NU, Welirang Comunity hingga SAR Penanggungan. Tiga armada ambulans juga disiagakan. ’’Kita antisipasi kejadian yang tidak diinginkan,’’ sebutnya.

Khoirul mengatakan, sampai kegiatan berakhir tidak ada insiden menonjol yang menimpa para pendaki. Mayoritas hanya mengalami kecelakaan kecil yang tidak membutuhkan penanganan medis lebih lanjut seperti terkilir, kelelahan dan sesak napas. ’’Tidak ada pendaki yang tersesat, terjatuh atau semacamnya,’’ tandasnya.

Ribuan peserta upacara kali ini, lanjut Khoirul, mayoritas pendaki tektok. Mereka tidak ngecamp atau langsung turun setelah sampai puncak. Ribuan pendaki mulai hiking secara bertahap sejak pukul 00.00 - 03.00 dan turun pukul 12.00-15.00 Minggu (17/8). ’’Kalau memang tahun depan ada kegiatan ini lagi, kami akan fasilitasi teman-teman komunitas. Tetap kami imbau untuk selalu utamakan keselamatan dan menjaga lingkungan,’’ tukasnya. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pecinta alam #upacara 17 agustus #Puncak Penanggungan #bendera merah putih 1.000 meter