Puncak perayaan 17-an di Gunung Penanggungan menarik antusiasme berbagai kalangan. Pendaki profesional hingga muda-mudi yang didorong rasa penasaran pun berbondong-bondong datang. Ketua Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) Watu Kelir Khoirul Anam mengatakan, pengibaran bendera raksasa di Penanggungan selalu diramaikan pendaki.
Tahun ini diprediksi jumlah peserta yang ikut mencapai tiga sampai empat ribu orang. Mereka bakal tersebar dalam pengibaran bendera di Puncak Pawitra dan Puncak Bayangan. ”Kalau di jalur kami ada dua tempat ini, sebenarnya di Bukit Bekel juga ada, tapi dikoordinir teman-teman jalur Jolotundo,” jelas Anam yang mengelola jalur pendakian Tamiajeng.
Tingginya antusiasme masyarakat, menurut dia, tak lepas dari peran media sosial. Banyak warganet yang fomo alias ingin ikut-ikutan. Selain itu, testimoni dari pendaki yang pernah mengikuti kegiatan serupa juga mendorong peserta baru. ”Mereka tidak mau ketinggalan update, terus yang sudah pernah naik tahun lalu biasanya mengajak teman-temannya,” tutur dia.
Di sisi lain, karakteristik Gunung Penanggungan juga cenderung mudah didaki. Selain aksesnya yang mudah, ketinggian gunung ini tak terlalu memberatkan bagi pendaki pemula. ”Jadi meskipun yang jarang naik gunung masih mampu, apalagi ada alternatif puncak bayangan bagi yang tidak kuat sampai Puncak Pawitra,” jelas dia.
Mengingat membeludaknya pendaki pada momen peringatan HUT ke-80 RI, Anam menyatakan, sedikitnya 135 relawan disiagakan. Mereka berasal dari kelompok LPBI NU, Welirang Community, SAR Penanggungan, Semanggi Alas, dan Tim Stress Adventure. ”Tiga ambulans dan tiga motor trail juga disiagakan di pos dua dan pos satu,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi