Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sudah menjadi tradisi tahunan. Ribuan pendaki antusias mengikuti pengibaran bendera merah putih sepanjang 1 kilometer.
Seperti yang sudah-sudah, peringatan kemerdekaan tahun ini juga akan dimeriahkan dengan upacara dan kirab bendera pada Minggu (17/8) pagi. Kegiatan itu akan berlangsung di Puncak Pawitra, sebutan Gunung Penanggungan. ”Secara resmi ini tahun ke sembilan upacara kemerdekaan di Penanggungan,” kata Ketua Team Stress Adventure (TSA) Anang Budi Prasetyo, organisasi yang sekaligus menjadi insiator kegiatan, kemarin.
Ada banyak keistimewaan upacara di puncak Gunung Penanggungan. Selain merasakan suasana khidmat di ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL), bendera yang dikibarkan juga berukuran raksasa. Panji merah putih sepanjang 1.000 meter bakal dibentangkan oleh ribuan peserta.
Mereka yang ikut upacara, menurut Anang, bukan hanya dari para pendaki. Ada juga masyarakat desa sekitar gunung serta muda-mudi dari berbagai daerah yang ingin merasakan sensasi naik Gunung Penanggungan dalam suasana penuh nasionalisme dan merdeka. ”Kalau saya lihat di medsos antusiasmenya luar biasa, apalagi 17-an kali ini juga pas hari libur,” tuturnya.
Anang menyebutkan, memang tak banyak gunung di Jawa Timur yang memiliki tradisi mengibarkan bendera gede saat HUT RI. Karena itu, tak heran jika pendaki dari Surbaya, Pasuruan, hingga Madiun tertarik untuk datang. Selain itu, lanjut dia, momen pengibaran bendera di gunung suci itu juga kerap dijadikan ajang reuni komunitas atau kelompok pecinta alam. ”Jadi pendaki yang lawas-lawas itu juga naik, jadinya semakin tahun semakin ramai juga,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi