Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tradisi Pendaki Merayakan HUT Kemerdekaan RI, Kibarkan Merah Putih di Gunung Suci  

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 17 Agustus 2025 | 15:30 WIB

 

 

KENANG PEJUANG: Ribuan pendaki dan warga membentuk lingkaran saat menggelar upacara dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024 lalu. Di Puncak Gunung Penanggungan ini,
KENANG PEJUANG: Ribuan pendaki dan warga membentuk lingkaran saat menggelar upacara dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun 2024 lalu. Di Puncak Gunung Penanggungan ini,

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sudah menjadi tradisi tahunan. Ribuan pendaki antusias mengikuti pengibaran bendera merah putih sepanjang 1 kilometer.

 Seperti yang sudah-sudah, peringatan kemerdekaan tahun ini juga akan dimeriahkan dengan upacara dan kirab bendera pada Minggu (17/8) pagi. Kegiatan itu akan berlangsung di Puncak Pawitra, sebutan Gunung Penanggungan. ”Secara resmi ini tahun ke sembilan upacara kemerdekaan di Penanggungan,” kata Ketua Team Stress Adventure (TSA) Anang Budi Prasetyo, organisasi yang sekaligus menjadi insiator kegiatan, kemarin.

 Ada banyak keistimewaan upacara di puncak Gunung Penanggungan. Selain merasakan suasana khidmat di ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL), bendera yang dikibarkan juga berukuran raksasa. Panji merah putih sepanjang 1.000 meter bakal dibentangkan oleh ribuan peserta.

 Mereka yang ikut upacara, menurut Anang, bukan hanya dari para pendaki. Ada juga masyarakat desa sekitar gunung serta muda-mudi dari berbagai daerah yang ingin merasakan sensasi naik Gunung Penanggungan dalam suasana penuh nasionalisme dan merdeka.  ”Kalau saya lihat di medsos antusiasmenya luar biasa, apalagi 17-an kali ini juga pas hari libur,” tuturnya.

 Anang menyebutkan, memang tak banyak gunung di Jawa Timur yang memiliki tradisi mengibarkan bendera gede saat HUT RI. Karena itu, tak heran jika pendaki dari Surbaya, Pasuruan, hingga Madiun tertarik untuk datang. Selain itu, lanjut dia, momen pengibaran bendera di gunung suci itu juga kerap dijadikan ajang reuni komunitas atau kelompok pecinta alam. ”Jadi pendaki yang lawas-lawas itu juga naik, jadinya semakin tahun semakin ramai juga,” tandasnya. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#trawas mojokerto #gunung penanggungan mojokerto #upacara 17 agustus #kibarkan merah putih #Peringatan HUT Kemerdekaan RI