SOOKO - Warga Gang Puskesmas, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto membuat dekorasi 17 Agustusan berupa gapura dari seng bekas lengkap dengan mural dengan pesan antikorupsi dan kritik terhadap pemerintah. Namun, dekorasi itu hanya berumur tiga hari menyusul mencuatnya desakan dari sejumlah pihak agar mural tersebut dihapus.
Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, dekorasi tersebut terpasang pada Minggu (10/8). Gapura setinggi hampir lima meter itu berdiri persis di mulut Gang Puskesmas. Di sebelah timurnya berhimpitan dengan pagar Puskesmas Sooko dan baratnya dengan warung penjual es degan. Gapura berbentuk huruf ’’U’’ terbalik itu berkonstruksi bambu yang dilapisi seng bekas.
Pada kedua pilar gapura, terdapat hiasan mural penuh pesan. Mulai dari antikorupsi, hingga kritik terhadap pemerintah lengkap dengan simbol gambar tikus, hingga otak penuh uang. Di bagian atas terdapat tulisan ’’Indonesia 80’’.
Namun pada Rabu (13/8), mural pada gapura tersebut mendadak dihapus oleh warga. Usut punya usut, mereka didesak sejumlah pihak agar menghapus tulisan yang dianggap bernada provokatif hingga kritikan terhadap pemerintah.
’’Ada dari aparat minta agar dihapus,’’ ujar salah seorang warga yang wanti-wanti namanya tidak dikorankan. Akhirnya, sejumlah warga berinisiatif menghapus mural pada gapura pintu masuk ke perkampungan tersebut. (fan/fen)
Editor : Hendra Junaedi